Minggu, 20 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
103

Upah Tak Sesuai UMP, Salesman Gugat Perusahaan ke Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Setelah tidak mencapai kesepakatan, meskipun telah dilakukan upaya perundingan di Dinas Tenaga Kerja. Akhirnya, Arief dan Didin Sudrajat yang keseharian bekerjanya selama delapan tahun lebih di PT. Pro Union Indo Jaya sebagai salesman, mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sejak 9 September 2019 lalu.

Keduanya terpaksa menggugat Perusahaan, lantaran tidak diberikan besaran upah sesuai upah minimum propinsi yang berlaku, tidak ada tunjangan kesehatan dan ketenagakerjaan, tunjangan hari raya, hingga perjanjian kerja bersama. Dalam surat gugatannya, Arief dan Didin meminta Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan, untuk menyatakan tindakan PT. Pro Union Indo Jaya sebagai pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi sesuai undang-undang berlaku.

“Selama bekerja itu mereka tidak pernah mendapatkan upah lembur, tunjangan kesehatan, uang transport, makan, tunjangan hari raya, mereka tidak pernah dapat,” tutur Harlan, Senin (30/9/2019) usai menghadiri sidang yang beragendakan pembacaan gugatan di ruang sidang Kusuma Admadja 3, Gedung PHI Jakarta Pusat.

Selain itu, Arief dan Didin juga menuntut agar PT. Pro Union Indo Jaya dinyatakan melanggar hukum karena tidak membentuk serikat pekerja, lembaga kerjasama bipartit, dan bukti potong pajak yang tidak pernah dilampirkan dalam laporan pajak Perusahaan.

Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan untuk mendengarkan pembacaan jawaban atas gugatan kedua salesman tersebut, yang terdaftar dengan Perkara Nomor 291/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of