Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
300

Berbagi Informasi di WhatsApp, Dua Pekerja Digugat PHK

Jakarta, BuruhOnline.com – Hakim Taryan Setiawan selaku Ketua Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menunda sidang perdana antara PT. GSM Systems Indonesia melawan dua pekerjanya, yakni Lidya Damayanti dan Noviana Ardhiani. Keduanya dianggap melakukan kesalahan berat yang telah diatur dalam perjanjian kerja yang telah disepakati.

Menurut kuasa hukum kedua Pekerja, Gunawan Wahyudi mengatakan, Lidya dan Noviana diduga telah memberikan informasi yang tidak benar melalui group WhatsApp. Atas informasi tersebut, Perusahaan berkeberatan dan meminta PHI Jakarta Pusat untuk menetapkan pengakhiran hubungan kerja terhadap keduanya, terhitung sejak 5 April 2019. Selain itu, Perusahaan juga minta dibebaskan dari kewajiban pembayaran upah selama proses pemutusan hubungan kerja, termasuk seluruh tunjangan dan fasilitas lainnya.

“Ini persoalan Pekerja yang membuat sebuah group WhatsApp di lingkungan Pekerja. Jadi ada berita atau informasi terkini di-update di WA group. Nah, ini membuat pihak manajemen keberatan, akan informasi tersebut,” tutur Gunawan, Senin (11/11/2019) usai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Kusuma Admadja 3, gedung PHI Jakarta Pusat.

Ditambahkan Roy Setia Bashara selaku salah seorang kuasa hukum Lidya dan Noviana, gugatan yang diajukan oleh PT. GSM Systems Indonesia, seharusnya tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard) oleh Pengadilan. Sebab, surat kuasa yang dibuat Perusahaan, bukan diberikan oleh Direktur Utama yang masih berada di luar negeri.

“Kemungkinan N.O. Karena kuasanya tidak absolut,” ujarnya. “Jika masih diteruskan, kita bantah di-eksepsinya. Atau kita tunggu dua minggu lagi, kalau dicabut, pengen saya malah kita aja yang gugat,” tambah Roy.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of