Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
322

Demosi Tanpa Kesalahan, Pekerja Pikir-Pikir Atas Vonis PHK

Jakarta, BuruhOnline.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menyatakan putus hubungan kerja antara Catherine Burhan melawan PT. ECS Indo Jaya, terhitung sejak putusan diucapkan, Kamis (14/11/2019). Dalam amar putusannya, Perusahaan dihukum untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan penggantian hak. Selain itu, Catherine juga dianggap berhak atas upah selama dua bulan, yakni Oktober dan Nopember 2019.

Usai menghadiri persidangan, kuasa hukum Catherine, Murri mengatakan pihaknya agak kurang puas dengan besaran kompensasi sebesar 762 juta lebih, yang telah ditetapkan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan tersebut. Diantaranya tuntutan bonus, tunjangan kendaraan dan beberapa lainnya, tidak dikabulkan.

“Namun demikian, Hakim punya kehendak lain, barusan hanya mengabulkan satu kali PMTK,” ujar Murri. Ia menambahkan, pihaknya akan pikir-pikir atas putusan pengadilan tersebut, dan membicarakannya dengan Catherine sebagai pihak Pekerja. Sebelumnya, PT. ECS Indo Jaya dituntut untuk membayar uang kompensasi sebesar Rp1 miliar lebih.

Tindakan Perusahaan yang mendemosikan Catherine tanpa adanya kesalahan yang dilakukan, dianggap tidak benar oleh Hotma P Sibuea selaku ahli yang dihadirkan pada persidangan 17 Oktober lalu. Hotma mengatakan, Perusahaan dapat menurunkan jabatan Pekerja (demosi), apabila syarat adanya kesalahan yang dilakukan Pekerja telah dipenuhi.

Ia menegaskan, jika syarat tersebut tidak dipenuhi maka demosi (penurunan jabatan) yang dilakukan oleh Perusahaan, menjadi tidak benar. “Demosi terjadi harus ada perbuatan atau kesalahan yang dilakukan, baru diturunkan jabatannya,” ujar Hotma, Kamis (17/10/2019) yang masih aktif mengajar di Universitas Pakuan, Bogor itu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of