Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
291

Dianggap Modus PHK, Seorang Security Tuntut Hak Pesangon ke Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Menolak dialihkan hubungan kerjanya begitu saja dari pekerja tetap di PT. Batavia Bintang Berlian, ke perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing), membuat M. Ilyas yang hanya seorang security mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dirinya meminta pengalihan hubungan kerja disertai pemberian uang kompensasi pemutusan hubungan kerja.

Karena tidak bersedia, Perusahaan memutasikan Ilyas yang telah bekerja sejak dari tahun 2001, dari Cabang Harco Mangga Dua, Jakarta ke Parung, Bogor. Pemindahan lokasi kerja tersebut, membuat Ilyas menduga adanya keterkaitan keinginan Perusahaan yang hendak mengalihkan hubungan kerjanya. Sehingga ia menolak mutasi, karena diantaranya tanpa didasari oleh perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

“Kami anggap mutasi itu tidak sah? Pertama mutasi itu harus ada dasarnya? Mana peraturan perusahaan boleh melakukan mutasi? Kemudian mana perjanjian kerjanya yang menyatakan bahwa ia bersedia dilakukan mutasi?,” papar Amin Telaumbanua, Kamis (21/11/2019) usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Sarwata, gedung PHI Jakarta Pusat.

Terhadap hal tersebut, PT. Batavia Bintang Berlian tak mampu menjelaskannya. Sehingga Amin menegaskan agar Perusahaan membayar hak-hak Ilyas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Mereka tidak mau tetap bersikeras untuk dimutasi, klien kita kemudian fingerprint-nya di HO (Head Office) itu dihapus. Kemudian absensi gak bisa,” tambahnya. Karena Ilyas tidak dapat mengisi daftar hadir, akhirnya dikualifikasikan mangkir sejak Nopember 2018.

Dalam surat gugatan yang diregister di Kepaniteraan PHI Jakarta Pusat, dengan Nomor 333/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Ilyas menuntut penetapan besaran uang pesangon yang wajib diberikan oleh Perusahaan, beserta kekurangan upah sejak tahun 2016. Ia juga meminta agar Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan, menghukum PT. Batavia Bintang Berlian untuk menetapkan besaran upah selama Perusahaan tidak lagi mempekerjakannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of