Minggu, 8 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
208

Diberhentikan via WhatsApp, Sembilan Pekerja Tambang Minta Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima diberhentikan melalui aplikasi media sosial WhatsApp, Ade Fernanda dan kawan-kawan (9 orang) mengajukan tuntutan uang pesangon di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kesembilan orang Pekerja tambang yang diterima oleh PT. Pasific Masao Mineral sejak tahun 2018 lalu itu, tiba-tiba menerima pemberitahuan pengakhiran hubungan kerja dengan alasan efisiensi.

Akan tetapi, pemberhentian tersebut tanpa disertai dengan pembayaran uang kompensasi. Sehingga Ade dan kawan-kawan melalui kuasa hukumnya, Arfian Syahputra mendaftarkan surat gugatan pada 6 Nopember lalu, setelah tidak mencapai kata sepakat dalam sidang mediasi di Dinas Tenaga Kerja.

“Jadi disini ada sembilan orang yang terkena PHK, tanpa ada alasan yang cukup,” ujar Arfian, Senin (18/11/2019) usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Oemar Seno Adji 2, gedung PHI Jakarta Pusat. Menurutnya, Disnaker telah mengajurkan agar Perusahaan membayar hak pesangon yang berjumlah Rp330 juta kepada Ade dan kawan-kawan. Namun karena tidak kunjung dilaksanakan oleh PT. Pasific Masao Mineral, akhirnya Arfian menempuh upaya hukum melalui PHI, tambahnya.

Dalam surat gugatannya, Perusahaan dituntut untuk membayar uang pesangon yang besaran nilainya didasarkan pada anjuran Disnaker. Dikatakan Arfian, pihaknya juga menambahkan tuntutan uang paksa (dwangsom), apabila Pengadilan mengabulkan gugatannya dan Perusahaan tidak bersedia menjalankan putusan.

Hakim Duta Baskara selaku Ketua Majelis Hakim, menunda persidangan perdana yang beragendakan pemeriksaan identitas para pihak tersebut. Karena pihak PT. Pasific Masao Mineral tidak hadir dalam persidangan, walau telah dipanggil. Sehingga sidang akan dilanjutkan pada pekan depan, untuk pembacaan gugatan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of