Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
794

Diberikan Surat Skorsing Tanpa Diberi Upah, Pekerja Kebersihan Menggugat

Bandung, BuruhOnline.com – Rama yang kesehariannya bekerja pada bagian kebersihan, tak terima dijatuhi skorsing sejak 27 Nopember 2018, tanpa pemberian upah. Pasalnya, Rama dianggap oleh PT. Makmur Artha Sejahtera telah diberikan peringatan terakhir. Demikian dikatakan Deden Aminta selaku kuasa hukum Rama, Rabu (30/10/2019) usai menghadiri persidangan yang digelar dengan agenda replik tersebut.

“Penggugat (Rama) diberhentikan tidak, tapi di-skorsing dulu. Jadi ada skorsingnya. Hanya saja dalam masa skorsing, Penggugat tidak dikasih upahnya, tidak dibayar upahnya,” terang Deden. Perusahaan mendalilkan pihaknya tidak berkewajiban membayar upah Pekerja yang tidak bekerja. “Alasan Perusahaan menskorsing, karena Pekerja telah mangkir beberapa kali. Hanya aja, Perusahaan belum ada Peraturan Perusahaan, juga belum ada Peraturan Kerja Bersama,” tambahnya.

Hal tersebut dibantah Deden, menurutnya, dengan adanya skorsing sebagai salah satu tindakan Pengusaha yang melarang Pekerjanya bekerja, maka Perusahaan harus tetap mebayar upahnya. “Kalau sudah ada skorsing, upah itu Perusahaan tetap wajib membayar upahnya,” ujarnya. Atas hal tersebut, Rama meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk menghukum Perusahaan membayar upah selama skorsing dan mempekerjakan kembali dirinya.

Deden berharap, Perusahaan dapat memberikan upah yang telah bekerja sejak Maret 2012 itu, selama masa skorsing. Akan tetapi jika Perusahaan tidak bersedia, maka ia berharap Pengadilan dapat mengabulkan permohonan putusan sela, yang terlebih dahulu menghukum PT. Makmur Artha Sejahtera, membayarkan upah yang belum dibayarkan selama skorsing sebesar Rp24,3 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of