Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
233

Dikabul Sebagian, Buruh PT. Hikari Mengaku Kecewa

Jakarta, BuruhOnline.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui Hakim Yuzaida, Kamis (31/10/2019) mengabulkan sebagian gugatan Asrim Susanto dan kawan-kawan (30 orang), yang diantara amar putusannya menghukum PT. Hikari untuk membayar uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan undang-undang, tunjangan hari raya dan upah proses pemutusan hubungan kerja hanya 3 (tiga) bulan upah.

Tri Iswahyudi selaku kuasa hukum Asrim mengatakan, pihaknya kecewa dengan putusan Majelis Hakim. Sebab menurutnya, ketiga puluh mantan pekerja PT. Hikari tersebut, seharusnya mendapatkan pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan undang-undang. “Seharusnya, kita menerima dua kali PMTK dari Pasal 156 ayat (2)-nya,” ujar Tri seusai menghadiri persidangan yang beragendakan putusan tersebut.

Namun dalam persidangan sebelumnya, saksi yang dihadirkan oleh Perusahaan, yakni Teguh Sukendar dan Sumiati selaku Manager HRD serta Bagian keuangan Perusahaan, menerangkan keadaan perusahaan yang tidak lagi operasional. Sehingga Perusahaan mendalilkan pemberhentian Pekerja karena mengalami force majeur.

“Yang menguatkan mereka (Perusahaan) adalah force majeur-nya, bukti tentang SIUP. Bahwa (di) lokasi (Perusahaan) tidak produksi lagi,” terang Tri ketika ditanya bukti yang menguatkan Perusahaan. Selain itu menurutnya, PT. Hikari mengaku memberlakukan besaran upah sesuai upah minimum tahun 2018. Akan tetapi, dalil tersebut dibantah oleh kedua saksi Perusahaan yang mengatakan, bahwa besaran upah terakhir yang diberikan berdasarkan upah minimum propinsi yang berlaku di tahun 2019.

Menanggapi langkah hukum selanjutnya atas putusan dalam perkara Nomor 245/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, Tri mengaku akan berkoordinasi dengan Asrim dan kawan-kawan, apakah akan mengajukan upaya hukum kasasi atau sebaliknya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of