Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
255

Dimutasi ke Lain Perusahaan, Pekerja Ini Tuntut Uang Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Milxon D Chandrarahardja sangat keberatan dengan mutasi yang dilakukan oleh Perusahaannya di Jakarta. Tak hanya karena lokasi kerja yang baru berada di Manado, tetapi juga badan usaha yang baru tersebut bukanlah bernama PT. Mutiara Bahagia Abadi. Sehingga Milxon menilai, Perusahaan terlebih dahulu berkewajiban untuk memberikannya kompensasi uang pesangon, sebagai pengakhiran hubungan kerja dengan dirinya.

Atas pernolakan mutasi tersebut, Milxon diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak oleh PT. Mutiara Bahagia Abadi. Alasan pemberhentiannya itu, dikarenakan Milxon dianggap mengundurkan diri akibat tidak melaksanakan pekerjaan ditempat yang baru. “Mutasi ke Manado ini ke PT yang berbeda, yaitu salah satu ke PT yang membidangi hotel ya. Ya artinya ketika PT-nya beda, harusnya-kan perjanjian kerjanya kita kritik lagi dong,” ujar Rian Hidayat yang didampingi Jackson selaku kuasa hukum dari Milxon, Senin (25/11/2019).

Terhadap dasar itulah, Milxon meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk mengkualifikasikan pemberhentian sepihak yang dilakukan oleh PT. Mutiara Bahagia Abadi, sebagai pemutusan hubungan kerja karena alasan efisiensi. Sehingga Perusahaan wajib memberikan uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang. “Ketika pindah ke badan hukum yang berbeda, harusnya ada hak-hak dan kewajiban yang dibayar kepada Pekerja,” jelas Rian usai menghadiri persidangan yang beragendakan penyerahan bukti surat.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, walau belum ada putusan Pengadilan yang memberikan hak kepada PT. Mutiara Bahagia Abadi untuk dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, namun iuran jaminan sosial Milxon tak lagi dibayarkan sejak April 2019. Sehingga, Milxon meminta Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, untuk menghukum Perusahaan membayarkan iuran jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan, hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Milxon yang diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak itu, mengaku telah berupaya menyelesaikannya secara musyawarah hingga adanya anjuran dari Dinas Tenaga Kerja. Namun PT. Mutiara Bahagia Abadi tidak bersedia menjalankan anjuran Disnaker, yang menyarankan agar Perusahaan memberikan uang kompensasi pesangon.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Willy Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Willy
Guest
Willy

Makin error, gitulah krn blm ada uu jelas ttg mutasi, jadi perusahaan2 nakal ngelunjak tanpa batas. Lain perusahaan kok dibilang mutasi.