Minggu, 8 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
186

Gugatan Dikabul, Pekerja Ini Hadapi Perlawanan di Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Meski Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan oleh Deni Harsono, namun ia belum bisa berlega hati. Sebab, PT. Kreasi Meluas melakukan perlawanan (verzet) atas Putusan PHI Jakarta Pusat, yang menghukumnya untuk membayar uang pesangon pada 26 Agustus 2019 lalu.

Upaya hukum tersebut, dibolehkan Pasal 129 ayat (2) HIR. Apabila pihak Tergugat tidak pernah hadir dalam persidangan tingkat pertama, sehingga Hakim menjatuhkan putusan dengan verstek. PT. Kreasi Meluas keberatan dengan putusan, karena dianggap Deni Harsono telah melakukan beberapa tindakan disiplin. Akan tetapi, Deni yang ditemui usai persidangan, optimis gugatan verzet Perusahaan akan ditolak oleh Majelis Hakim.

“Inshaa Allah saya optimis,” tutur Deni, Senin (18/11/2019). Ia berharap, Majelis Hakim dapat mempertahankan Putusan PHI sebelumnya. Sebab, saksi yang dihadirkan oleh Perusahaan justru menegaskan, tidak adanya pengrusakan barang apapun yang dilakukan oleh Deni. “Saya cuma berharap, tidak terjadi hal seperti ini lagi,” tandasnya.

Dalam catatan kehadiran di PHI Jakarta Pusat, Perusahaan memang telah dipanggil sebanyak enam kali, yaitu pada tanggal 17 Juni, 24 Juni, 01 Juli, 08 Juli, 15 Juli dan 22 Juli 2019. Namun hingga pengucapan putusan pada 26 Agustus, PT. Kreasi Meluas tidak mengutus perwakilannya untuk menghadiri persidangan.

Pada persidangan gugatan perlawanan kali ini, dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, Perusahaan menghadirkan seorang saksi. Diantara kesaksiannya, saksi mengatakan Perusahaan tempat bekerja Deni dan dirinya itu, secara tertulis dimiliki oleh warganegara Indonesia. Padahal menurut Deni, kebijakan yang diberlakukan di PT. Kreasi Meluas di dominasi aturan yang dibuat pasangan hidup pemilik Perusahaan yang berkewarganegaraan asing.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of