Minggu, 8 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
448

Mengaku Pailit, PT. MARS Indonesia Digugat Miliaran Rupiah

Jakarta, BuruhOnline.com – Pailit dan tak ada lagi aktifitas, menjadi alasan PT. MARS Indonesia kepada Zuhdi Tantowi dan kawan-kawan (17 orang) yang tidak lagi diberikan upahnya sejak Desember 2018 lalu. Atas keadaan tersebut, Zuhdi melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja dengan tuntutan uang pesangon senilai Rp5,6 miliar.

Demikian dikatakan oleh Sain selaku salah satu pengurus serikat pekerja yang sekaligus menjadi kuasa hukum dari Zuhdi dan kawan-kawan, Senin (18/11/2019). Menurutnya, Zuhdi sebelum diputuskan hubungan kerjanya, terlebih dahulu mengadukan permasalahan upah yang belum dibayarkan oleh Perusahaan. Namun setelah adanya panggilan dari Dinas Tenaga Kerja, akhirnya PT. MARS Indonesia memberhentikan Zuhdi.

“Sudah hampir beberapa bulan, kawan-kawan buruh itu tidak diberikan upahnya. Yang pada akhirnya melaporkan ke Sudinnaker Jakarta Timur, dan ketika panggilan sidang pertama, panggilan sidang kedua, akhirnya kawan-kawan buruh ini diputuskan hubungan kerjanya oleh PT. MARS,” tutur Sain.

Dalam anjurannya, Disnaker menyarankan agar Perusahaan membayarkan upah yang belum diberikan, dan uang kompensasi pesangon. “Anjuran Disnaker tersebut, membayarkan upah selama kawan-kawan bekerja. Dan berikan haknya selama dia bekerja, termasuk kekurangan upah tersebut,” ujarnya.

Dalam persidangan kedua yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara itu, PT. MARS Indonesia kembali tidak hadir setelah panggilan sidang pertama pada 11 Nopember lalu. Menurut Sain, sidang yang seharusnya beragendakan pemeriksaan identitas Perusahaan tersebut, kembali ditunda pada pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of