Minggu, 8 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
988

Pekerja Sulindamills Buktikan Perusahaan Tutup Secara Akal-Akalan

Bandung, BuruhOnline.com – Sebanyak tujuh belas bukti surat, diajukan Solihin dan kawan-kawan (3 orang) ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/11/2019). Diantara bukti yang disampaikannya, yakni adanya pengumuman dan tanda bukti pembayaran upah yang diterbitkan oleh PT. Sulindafin Permai Spinning Mills (Sulindamills) pada bulan Agustus 2019. Padahal, Perusahaan tersebut mengaku tutup dan memberhentikan Solihin sejak tanggal 31 Mei 2019.

Eep Ependi selaku kuasa hukum Solihin dan kawan-kawan, mengatakan pihaknya tidak menyampaikan tanggapan tertulis (replik) atas jawaban gugatan yang disampaikan Perusahaan pada 20 Nopember lalu. Sebab menurut Eep, dalil yang disampaikan oleh PT. Sulindamills tidak ada yang baru. “Jawaban dari pihak Tergugat kita anggap simpel sih, jadi kita tidak perlu menanggapinya dengan replik,” ujarnya saat ditemui usai persidangan.

Dikatakan Eep, Perusahaan hanya mendalilkan besaran uang kompensasi pengakhiran hubungan kerja sebesar 70% dari nilai pesangon yang telah ditentukan oleh undang-undang. Nilai tersebut, lanjut Eep, merupakan nilai yang telah disepakati antara Perusahaan dengan dua serikat pekerja, yakni Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI). “Tapi prinsipal tidak masuk pada serikat pekerja yang bersangkutan, dan tidak ada hubungannya dengan pesangon yang ditetapkan oleh Perusahaan,” jelasnya.

Terhadap dalil tutupnya Perusahaan, Solihin menyanggahnya. Ia yang telah bekerja sejak tahun 1996, menegaskan bahwa setelah PT. Sulindamills berhasil memutuskan hubungan kerja ratusan pekerjanya tersebut, Perusahaan beroperasi kembali. “Bahwa Perusahaan setelah menyatakan tutup, itu bekerja kembali maka hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan itu membuat kami optimis. Bahwa itu bisa membuktikan, bahwa Perusahaan itu memang tutup secara akal-akalan,” tegas Solihin.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, PT. Sulindafin Permai Spinning Mills yang umum dikenal dengan Sulindamills, digugat tiga orang buruhnya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Solihin, Usep Dadie Arisandi dan Rahmadsyah, tak terima diputuskan hubungan kerjanya dengan pemberian uang pesangon yang hanya diberikan sebesar 70% dari satu kali ketentuan undang-undang.

Terlebih, kompensasi 70% tersebut dibayarkan secara mengangsur sebanyak empat kali. Pasalnya, Perusahaan yang mengaku tutup sejak awal Juni 2019 tersebut, akhirnya kembali berproduksi setelah sebagian besar Pekerjanya menerima uang kompensasi yang telah disepakati dengan kedua serikat pekerja yang ada di Sulindamills.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Djauhari Noor Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Djauhari Noor
Guest
Djauhari Noor

Perusahaan tutup harus melalui pengadilan untuk dinyatakan pailit