Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
238

Surat Pengakuan Jadi Bukti, Pekerja Anggap Dirinya Terpaksa

Jakarta, BuruhOnline.com – Kuasa Hukum Irfan Dwiharsa Novianto, Paolo Rossi Manurung menyatakan pihaknya mencabut surat pernyataan yang telah dibuat, sebelum adanya pemberhentian secara sepihak yang dilakukan oleh PT. Shinhan Indo Finance. Kala itu, Irfan terpaksa menandatangani surat pengakuan.

“Mungkinkan itu ada paksaan. Kita-kan bisa bantah,” ujar Manurung, Rabu (13/11/2019) usai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Kusuma Atmadja 4, gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia menganggap, sesuatu yang dibuat secara terpaksa, bisa dibatalkan oleh yang membuatnya.

Irfan dianggap oleh PT. Shinhan Indo Finance telah melakukan kesalahan berat, sehingga wajar apabila diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak. Sehingga, Perusahaan dalam dalil jawaban gugatan yang diajukan pada 18 September lalu, membantah seluruh tuntutan Irfan. “Yang pasti, apa yang yang kita gugat itu, dibantah oleh Perusahaan,” kata Manurung.

Sehingga, lanjutnya, Manurung menyerahkan seluruh pertimbangan hukum pada bukti-bukti yang telah diserahkannya sebanyak 22 bukti surat. Selain itu, pihak Perusahaan juga telah mengajukan 29 bukti surat, yang telah disampaikan ke hadapan persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Irfan tak hanya menuntut pemberian uang pesangon. Akan tetapi juga menuntut upah selama tidak dipekerjakan sebanyak 18 bulan, sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Selain itu, atas pemberhentian sepihak yang dilakukan Perusahaan, Irfan menganggap dirinya telah dirugikan secara immaterial.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of