Jumat, 22 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
263

Tak Bekerja Karena Kelelahan Saat Hamil Dianggap Mangkir

Bandung, BuruhOnline.com – PT. BPR Artha Niaga Finatama menganggap ketidakhadiran Cut Ris Andika Putri, sebagai mangkir yang akhirnya berujung pada pemutusan hubungan kerja. Dikatakan Yosep Saepul Bahri selaku kuasa hukum Putri, kualifikasi mangkir yang diputuskan oleh Perusahaan, tidaklah beralasan. Sebab, ia mengaku, ketidakhadiran Putri bekerja karena kelelahan saat sedang hamil yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter.

Kelelahan Putri juga disebabkan karena Perusahaan memindahkan posisi bekerja Putri, yang semula berada di lantai bawah menjadi ke lantai atas. Padahal, dokter menganjurkan agar Putri mengupayakan dirinya tidak melakukan aktifitas yang melelahkan. “Dia lagi hamil tujuh bulan. Nah waktu itu dia, posisi kerjanya itu dinaikkin ke atas. Artinya dia harus naik turun tangga,” ujar Yosep, Rabu (30/10/2019).

Namun Perusahaan tetap mengakhiri hubungan kerja Putri, dengan alasan telah mangkir. “Kalau mereka sih menjawab menolak semuanya. Dalil-dalil yang kita gugat itu. Artinya-kan, kalua dari pihak kami sih tetap pada gugatan yang kita buat,” terang Yosep usai menghadiri sidang yang beragendakan penyerahan duplik dari Perusahaan dan bukti surat dari Pekerja.

“Kalau buktinya sih tidak terlalu banyak ya, cuma keterangan-keterangan dokter yang disangka mereka itu (dari pihak BPR) itu kita mangkir. Tapi kan kita buktikan dengan bukti-bukti surat-surat keterangan dari dokter,” tutur Yosep yang mengaku sudah menyerahkan 10 bukti surat kehadapan Majelis Hakim di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Dalam surat gugatannya, Putri meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Suwanto, untuk menghukum PT. BPR Artha Niaga Finatama membayar kepadanya yang telah bekerja selama tujuh tahun itu, uang kompensasi pemutusan hubungan kerja, berupa pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak. Putri juga menuntut pembayaran upah saat dirinya menggunakan istirahat melahirkan sebesar tiga bulan gaji, serta kerugian immaterial.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of