Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
399

Tak Terima Dianggap Mengundurkan Diri, Pekerja Menggugat Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kembali menggelar lanjutan sidang perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Darwin Jansen Pasaribu melawan PT. Knauf Gypsum Indonesia. Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie, Rabu (13/11/2019) itu, Darwin melalui kuasa hukumnya, Paskalis Pardosi telah mengajukan tambahan bukti surat.

“Prinsipal kita itu di-PHK. Kalau kita sih dalam gugatan kita, kita nyatakan karena kesalahan Perusahaan,” ujar Paskalis. Akan tetapi, lanjutnya, karena sidang atas pemeriksaan dalam perkara tersebut tengah diperiksa oleh Pengadilan, maka pihaknya akan menunggu keputusan Majelis Hakim.

Paskalis mengaku pihaknya tidak dapat menerima pemberhentian yang dilakukan Perusahaan, dengan kualifikasi mengundurkan diri. Menurut Paskalis, pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Knauf Gypsum Indonesia, adalah karena kesalahan Perusahaan. Sehingga dalam tuntutannya, Darwin meminta Majelis Hakim untuk menetapkan pemberian uang pesangon dan upah selama proses hingga Rp465 juta lebih.

“Mereka mengatakan, bahwa si Penggugat sebagai Pekerja sudah menyatakan mengundurkan diri. Jadi dia tidak pantas lagi mengajukan gugatan,” tambah Paskalis. Sebelumnya, Darwin telah menyampaikan beberapa bukti surat, sehingga bukti yang telah diajukan ke Majelis Hakim berjumlah 18 bukti surat, jelas Paskalis.

Dalam surat gugatan yang diregister di Kepaniteraan PHI Jakarta Pusat Nomor 284/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Darwin Jansen Pasaribu juga menuntut pembayaran uang paksa sebesar Rp2 juta perhari, dan meminta peletakkan sita jaminan atas 2 (dua) kendaraan roda empat milik Perusahaan bermerk Kijang Innova.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of