Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
100

Tuduhan Membocorkan Rahasia Tak Terbukti, PT. Pelayaran Dihukum

Jakarta, BuruhOnline.com – Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum PT. Pelayaran Tamarin Samudra untuk membayar uang kompensasi pesangon kepada Nursiswandi, karena tuduhan pelanggaran berat tidak terbukti. Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Hakim Taryan Setiawan, hubungan kerja dinyatakan terputus sejak 1 Februari 2019, dan Perusahaan dihukum membayar pesangon sebesar Rp71 juta.

Sedangkan terhadap tuntutan pekerja lainnya, yakni upah sejak tidak dipekerjakan terhitung Februari 2019 dan uang paksa, tidak dikabulkan. Nursiswandi yang telah bekerja sejak 2014 dan ditempatkan sebagai Koordinator HSE tersebut, tak pernah merasa melakukan hal yang dituduhkan Perusahaan. Sehingga ia berupaya untuk mengklarifikasi tuduhan PT. Pelayaran Tamarin Samudra melalui Dinas Tenaga Kerja.

“Mengenai tuduhan klien kami melakukan kesalahan berat, saksi-saksi Tergugat (Perusahaan) tidak dapat membuktikan. Dan di lain sisi, itu bukan kompetensi pengadilan hubungan industrial,” ujar Muhammad Yunus Yunio, Kamis (21/11/2019).

Pada persidangan yang lalu, Nursiswandi telah menyerahkan sembilan bukti surat dan menghadirkan seorang saksi. Diantara bukti yang diajukan, berupaPutusan Mahkamah Konstitusi Nomor 012/PUU-I/2003, yang menyatakan bahwa pelanggaran berat harus terlebih dahulu diputus oleh pengadilan pidana.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Nursiswandi meminta PHI Jakarta Pusat, untuk meletakkan sita jaminan atas 1 (satu) unit kendaraan bermotor roda empat milik PT. Pelayaran Tamarin Samudra. Lantaran, Nur diberhentikan secara sepihak sejak Februari 2019, dengan alasan telah membocorkan rahasia Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of