Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
578

Akibat Pemberhentian Tanpa Pesangon, Pekerja Minta Sita Apartemen Casablanca

Jakarta, BuruhOnline.com – Euis Haryati, Albert Vidya dan Lidwina Clarina Eugenia tak mengira jika tiba-tiba diberhentikan secara sepihak tanpa pemberian uang pesangon oleh PT. Terbit Finansial Teknology. Ia bersama kedua rekannya yang memiliki masa kerja 2-5 tahun itu, dipanggil satu persatu dan diberitahukan kondisi Perusahaan yang berkurang pendapatannya, sehingga memutuskan untuk memberhentikan ketiganya.

“April itu karyawan dipanggil, sendiri-sendiri, ini Perusahaan udah gak ada income, jadi kalian dirumah aja, nanti kalau dibutuhkan kita panggil,” ujar Wahyu Widiatmoko, Senin (23/12/2019) saat menirukan gaya bicara pimpinan Perusahaan. Terhadap permasalahan tersebut, Dinas Tenaga Kerja telah berusaha memanggil PT. Terbit Finansial Teknology, namun tidak pernah menghadiri sidang mediasi.

“(Anjuran) Disnaker ya harus membayar kewajibannya tapi mereka tidak (pernah) datang,” tutur Wahyu. Ia mengatakan, pihaknya hanya menuntut pembayaran uang kompensasi pesangon, tunjangan hari raya dan upah selama tidak dipekerjakan hingga bulan September 2019. “Yang kita minta, bayar pesangon, uang jasa juga harus muncul, kemudian THR,” tandasnya.

Tak hanya itu, dalam surat gugatan yang diregisterasi dengan Nomor 366 dan 368 tersebut, Euis dan kawan-kawan (3 orang) juga meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat meletakkan sita jaminan atas satu unit apartemen Casablanca Tower, apabila Perusahaan tetap bersikukuh tidak membayar uang pesangon.

Dalam sidang yang keempat kalinya tersebut, PT. Terbit Finansial Teknology maupun wakil/kuasanya tidak pernah menghadiri persidangan. Menurut Wahyu, pihak Perusahaan telah berpindah kantor dan tidak lagi diketahui alamatnya. Sehingga Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, kembali menunda sidang untuk memanggil Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of