Jumat, 29 Mei 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
882

Belum Penuhi Kewajiban, Pengelola Jalan Tol Dituntut Kedua Pekerjanya

Jakarta, BuruhOnline.com – Dianggap lalai terhadap kewajibannya untuk memberikan uang pisah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku, PT. Citra Marga Nusaphala Tbk dan PT. Citra Persada Infrastruktur digugat Eko Supriyanto serta Syahril Romdon yang mengaku telah bekerja selama 23 tahun itu, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Keduanya yang telah disetujui pengunduran diri sejak Agustus 2018 itu, ternyata belum diberikan uang pisahnya sebesar lima bulan upah. Bahkan Perusahaan juga belum memberikan kartu kepesertaan dan polis program pensiun dari Jiwasraya. Sehingga kedua Pekerja meminta Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan, untuk menghukum Perusahaan membayar uang paksa (dwangsom) apabila tuntutan uang pisah dan pemberian polis asuransi dikabulkan.

“Perusahaan sampai hari ini belum membayarkan hak-hak pekerja berupa uang pisah dan hak-hak lainnya,” tutur Rochmani selaku kuasa hukum Eko dan Syahril yang jabatan terakhir sebagai Manager dan Staff HRD, Kamis (5/12/2019) seusai menghadiri persidangan perdana yang beragendakan pemeriksaan kelengkapan identitas para pihak dan pembacaan surat gugatan.

Menurut Rochmani, Dinas Tenaga Kerja telah menganjurkan kepada PT. Citra Marga Nusaphala Tbk dan PT. Citra Persada Infrastruktur, memberikan uang pisah. “Dalam bipartit dikatakan akan membayarkan hak-haknya, namun sampai tripartit bahkan sudah ada anjuran-pun belum dibayarkan sampai hari ini,” ujar Rochmani.

Hakim Taryan menunda sidang hingga pekan depan, untuk memberikan kesempatan kepada Perusahaan pengelola jalan tol tersebut menyerahkan jawaban atas gugatan yang diregisterasi dengan Nomor Perkara 369/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.PSt tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of