Kamis, 2 Juli 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
768

Dianggap Tidak Harmonis Lagi, SOLITE Dihukum Bayar Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akhirnya menghukum PT. Surya Multi Sarana untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan kekurangan upah sejumlah Rp120 juta lebih. Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara, menolak tuntutan Muryati yang meminta untuk dipekerjakan kembali.

Alasannya, hubungan kerja antara Muryati dengan Perusahaan yang bergerak pada pembiayaan penjualan barang-barang elektronik Solite tersebut, sudah tidak harmonis lagi. “Menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat, terhitung sejak putusan ini diucapkan,” ujar Hakim Duta, Senin (23/12/2019) di ruang sidang Oemar Seno Adji 2, gedung PHI Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Pengadilan menolak eksepsi Perusahaan yang mengatakan PHI Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili gugatan Muryati, yang seharusnya diajukan di PHI Bandung. Sebab, PT. Surya Multi Sarana mengaku berdomisili dengan surat ijin usaha dan nomor pokok wajib pajak yang terdaftar di Depok, Jawa Barat. Akan tetapi keberatan tersebut ditolak. Karena meskipun kedudukan Perusahaan berada di Jawa Barat, tetapi Muryati mampu membuktikan dirinya ditempatkan bekerja di Pasar Minggu, Jakarta.

Sedangkan terhadap keberatan Perusahaan mengenai status hubungan kerja dengan Muryati bukanlah sebagai pekerja, juga ditolak. “Karena terbukti berdasarkan fakta persidangan, Penggugat diupah, diberikan gaji tetap. Dan ada bukti yang disampaikan oleh Penggugat, menyatakan Penggugat itu adalah sebagai supervisor marketing di Pasar Minggu,” jelas Jandry Luhukay selaku kuasa hukum Muryati.

Meskipun ada beberapa tuntutan yang tidak dikabulkan, namun Jandry mengaku cukup puas dan berharap agar Perusahaan menjalankan amar putusan dengan tidak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Akan tetapi jika Perusahaan menempuh upaya hukum, maka pihaknya akan berupaya untuk mempertahankan putusan. “Oh kalau itu sangat siap. Karena apa yang dipertimbangkan oleh Hakim berdasarkan fakta-fakta persidangan, alat bukti dan dasar-dasar hukumnya itu sudah tepat,” tandas Jandry.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of