Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
189

Diberhentikan Karena Tolak Kontrak Setelah Sembilan Tahun Bekerja

Jakarta, BuruhOnline.com – Setelah sembilan tahun bekerja di PT. Intigarmindo Persada, Syamsuar Ari Wibowo menolak untuk menanda-tangani perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Karena tidak bersedia memperpanjang kontraknya tersebut, akhirnya Perusahaan menganggap Syamsuar memberhentikannya dengan alasan telah mengundurkan diri sejak Juli 2018.

Atas pemberhentiannya itu, Syamsuar telah berupaya untuk menyelesaikannya melalui Dinas Tenaga Kerja. Namun karena tidak ada kesepakatan, maka Disnaker mengeluarkan anjuran yang menyarankan agar PT. Intigarmindo Persada membayar hak kompensasi pesangon. Dengan surat anjuran tersebut, Syamsuar mengajukan gugatan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan meminta Pengadilan menetapkan besaran hak-haknya atas uang kompensasi.

“Memo yang ditulis, Syamsuar Ari Wibowo tidak memperpanjang kontrak. Tetapi sama Perusahaan dianggap mengundurkan diri lebih cepat,” tutur Samsul Yanto Pangiangan selaku kuasa hukum Syamsuar, Kamis (28/11/2019) usai menghadiri persidangan. Hakim Taryan Setiawan yang memimpin persidangan, menunda sidang hingga pekan depan, untuk memberi kesempatan kepada Perusahaan menyampaikan duplik, dan sekaligus penyerahan bukti surat dari pihak Syamsuar.

Dalam surat gugatannya yang diregister di Kepaniteraan PHI Jakarta Pusat dengan Nomor 337/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., Syamsuar juga menuntut pembayaran iuran jaminan sosial selama 9 (sembilan) tahun. Tuntutan tersebut ia ajukan, karena sejak bekerja tidak pernah diikutsertakan ke dalam program jaminan sosial. “Yang kami tuntut, uang pesangon, penghargaan masa kerja, pengganti hak, terus sama uang jamsostek,” jelas Samsul.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of