Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
854

E-Mail ‘Palsu’ Jadi Alasan PHK, Ketua Serikat Pekerja Tuntut Bekerja Kembali

Bandung, BuruhOnline.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, kembali menggelar sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, yang dilakukan oleh PT. Hitachi Construction Machiney Indonesia terhadap Achmad Nurudholam. Pasalnya, Perusahaan menganggap Ketua Serikat Pekerja yang telah bekerja sejak 2010 itu, telah melakukan ancaman mogok kerja melalui surat elektronik (e-mail).

Tudingan tersebut dibantah Nurudholam. Ia mengaku tidak pernah memiliki akun e-mail yang dituduhkan Perusahaan. Meski pihaknya sedang melakukan perundingan terhadap besaran bonus dengan manajemen PT. Hitachi Construction Machiney Indonesia, namun Nurudholam menolak jika dikatakan dirinya yang mengirim e-mail. Sehingga ia menuntut dipekerjakan kembali dan meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Yuswardi, untuk menghukum Perusahaan membayar upahnya yang sudah tidak lagi dibayarkan sejak Agustus 2019.

“Pada saat berbarengan dengan hal-hal tersebut (perundingan bonus), terjadilah pengiriman e-mail, yang diluar dari sepengetahuan kami sebagai PUK (serikat pekerja), yang mengatasnamakan nama saya. Jadi e-mailnya itu seperti dibuat secara dadakan pada saat itu, yang menyebutkan nama Achmad Nurudholam, PUK PT HCMI,” tutur Nurudholam, Rabu (27/11/2019) usai menghadiri persidangan yang beragendakan penyerahan tambahan bukti dan mendengarkan keterangan saksi.

Menurutnya, pihak yang membuat dan mengirimkan e-mail atas nama dirinya telah diberhentikan oleh Perusahaan. “Dan itu membuat kejanggalan-kejanggalan yang aneh menurut saya,” ujar Nurudholam. Ia menyebut, alasan dirinya tidak lagi dipekerjakan (skorsing) sejak April 2017 yang hanya didasarkan pada pengiriman e-mail ke Hitachi di Jepang, tidaklah cukup beralasan.

Perselisihan tersebut, telah dilakukan upaya penyelesaian melalui Dinas Tenaga Kerja. “Isi (anjuran) dari Disnaker, bahasanya waktu itu, pihak Perusahaan belum mempunyai bukti yang kuat untuk mem-PHK saya,” terang Nurudholam yang telah membulatkan tekadnya untuk terus memperjuangkan hak-haknya sebagai Pekerja.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of