Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
965

Ingkari Perjanjian Bersama, Pabrik Keramik di Surabaya Digugat ke Pengadilan

Surabaya, BuruhOnline.com – Dinilai telah mengingkari Perjanjian Bersama yang telah disepakati, Mujiono dan Rifa’i menggugat PT. Platinum Ceramics Indonesia ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam perjanjian yang dibuat saat terjadinya aksi mogok kerja yang diantaranya diikuti oleh keduanya itu, Perusahaan berjanji akan menyelesaikan permasalahan yang diperselisihkan secara musyawarah, yaitu adanya pemotongan gaji karyawan.

Namun bukannya rencana penyelesaian yang disampaikan, justru Perusahaan sejak tanggal 1 September mengarahkan maksudnya untuk melakukan pemutusan hubungan kerja. Keduanya dituduh telah tidak memenuhi panggilan bekerja yang dilayangkan oleh Perusahaan. Padahal, tidak bekerjanya Mujono dan Rifa’i adalah dalam rangka menunggu dilaksanakannya Perjanjian Bersama yang telah dibuat Perusahaan.

“Karena pihak Perusahaan itu, mengingkari adanya perjanjian bersama. Jadi awalnya itu terjadi aksi mogok kerja yang kemudian disepakati untuk diselesaikan secara baik-baik dan akan dipekerjakan kembali, namun kenyataannya tidak,” tutur Syafi’i selaku kuasa hukum dari Mujiono dan Rifa’i, Senin (9/12/2019) sesaat usai menghadiri persidangan dengan agenda penyerahan kesimpulan yang digelar diruang sidang Cakra, gedung PHI Surabaya.

Pada saat yang sama, PHI Surabaya juga menggelar sidang lanjutan beragendakan pembacaan jawaban gugatan, antara Sudarto dan kawan-kawan (36 orang) melawan PT. Platinum Ceramics Indonesia. Ia menuturkan, Disnaker telah menganjurkan agar Perusahaan mempekerjakan kembali dirinya. Namun  hal tersebut tidak diindahkan. “Tidak pernah ditanggapi. Kami mengajukan bipartit-pun, Perusahaan tidak menanggapi. Bahkan mengembalikan surat pengajuan kami untuk bipartit,” ujar Sudarto.

Dalam surat gugatannya, Sudarto dan kawan-kawan meminta Majelis Hakim PHI Surabaya yang dipimpin oleh Hakim Jan Manoppo, untuk menetapkan besaran uang pesangon atas pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Platinum Ceramics Indonesia. Selain itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk membayar tunjangan hari raya dan surat pengalaman kerja.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of