Rabu, 29 Januari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
366

Karena Diduga Lakukan Kesalahan Berat, Diberhentikan Tanpa Putusan Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Pemutusan hubungan kerja yang dapat dilakukan oleh Pengusaha tanpa putusan pengadilan, hanyalah karena alasan pensiun, mengundurkan diri, masa percobaan dan meninggal dunia. Selain keempat alasan tersebut, maka setiap pemberhentian haruslah didahului dengan adanya putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Dengan tidak adanya putusan tersebut, maka pemutusan hubungan kerjanya menjadi tidak sah.

Atas dasar itulah, Trisna Gunawan melalui PHI Jakarta Pusat menggugat PT. Jurong Enginering Lestari, meminta agar pemutusan hubungan kerja terhadap dirinya dinyatakan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku. Pasalnya, Perusahaan beralasan pemberhentian terhadap dirinya karena dugaan pelanggaran berat. Padahal dugaan tersebut tidak dapat dibuktikan oleh Perusahaan, dan juga tidak adanya putusan pengadilan yang menyatakan dirinya bersalah.

“Pada waktu dia (Pekerja) lapor diri menghadap HR Manager, pada saat itu dia diberhentikan. Diberhentikan dengan alasan sudah diberikan SP tiga. SP tiga diperlihatkan. Jadi SP tiga ini setelah pemberhentian yang diberikan kepada yang bersangkutan. Ternyata di SP tiga itu langsung menyatakan diri bahwa sudah diberhentikan karena melakukan kesalahan, diduga melakukan kesalahan bla bla yang unsurnya itu pidana,” ujar Benny Sondakh selaku kuasa hukum Trisna, Senin (2/12/2019).

Benny juga menuturkan, adanya keanehan yang dilakukan oleh PT. Jurong Enginering Lestari dalam perikatan hubungan kerja dengan Trisna. Perusahaan dalam memperjanjikan hubungan kerja diduga menerapkan hubungan kerja waktu tertentu (kontrak), tetapi dipersyaratkan masa percobaan. “Pada waktu dia direkrut pertama dengan status PKWT, namun dipekerjakan dengan catatan harus mengalami masa percobaan tiga bulan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Benny, para Pekerja yang bekerja ditengarai mengalami kelebihan jam kerja yang tidak diperhitungkan sebagai upah lembur. “Pada saat mereka bekerja, mereka pekerja-pekerja ini dipekerjakan mulai dari jam tujuh pagi sampai dengan jam delapan belas. Setelah kami hitung setiap harinya mengalami kelebihan jam kerja selama tiga jam selama 2012 sampai dengan PHK-nya,” tandasnya usai menghadiri persidangan.

Sidang yang beragendakan penyerahan jawaban gugatan dari PT. Jurong Enginering Lestari tersebut, akan dilanjutkan pada pekan depan. Hakim Taryan Setiawan yang memimpin persidangan, meminta pihak Pekerja untuk memberikan replik atas jawaban gugatan Perusahaan.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] telah diberitakan sebelumnya, Trisna Gunawan melalui PHI Jakarta Pusat menggugat PT. Jurong Enginering Lestari, […]