Minggu, 8 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
165

Kinerja Tak Sesuai Harapan, Pimpinan Jemaat Gereja Digugat

Bandung, BuruhOnline.com – Tak terima dengan pemberhentian yang dilakukan oleh Pimpinan Jemaat Ketua Pengurus Gereja HKBP Harapan Jaya Bekasi sejak 31 Mei 2018, Sandur Betty Mauli Bakara meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk menetapkan besaran uang kompensasi sebagai akibat dari tindakan pemutusan hubungan kerja terhadap dirinya yang dianggap bekerja tidak sesuai dengan harapan.

“Saya membantah itu, kenapa? Data ruas Jemaat itu saya kerjakan, setiap ada Sintua, maksudnya Majelis dalam Bahasa Indonesianya, jika mereka memberikan data Jemaat mereka per-wilayah, itu langsung saya kerjakan,” ujar Betty, Rabu (27/11/2019).

Terhadap tuntutan Betty yang ia daftarkan sejak 4 Maret 2019 itu, PHI Bandung telah menjatuhkan putusan verstek pada 22 Mei lalu, yang menghukum Pimpinan Jemaat Ketua Pengurus Gereja HKBP Harapan Jaya Bekasi, untuk membayar uang pesangon, kekurangan upah dan tunjangan hari raya tahun 2018.

Alih-alih menjalankan putusan, justru Pimpinan Jemaat Gereja mengajukan upaya hukum perlawanan (verzet), agar Pengadilan membatalkan putusannya dan membebaskan pihaknya dari kewajiban pembayaran pesangon. Betty yang baru bekerja sejak 1 Februari 2017 dan tanpa didampingi kuasa hukum, akhirnya kembali mengikuti rangkaian sidang perlawanan yang digelar di PHI Bandung. “Ya mereka ingin memecat saya. Jadi memecat saya ya udah, nggak ada tuntut apa-apa,” kata Betty.

Ia menambahkan, alasan pihak Pimpinan Jemaat Gereja memberhentikannya, juga karena Betty dianggap tidak mengerjakan data ruas Jemaat, tidak menyediakan alat-alat tulis kantor, dan salah menutup altar gereja pada 20 Mei 2018.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of