Sabtu, 4 April 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
535

Mengaku Stop Produksi, Sulindamills Harap Pekerja Terima Pesangon Hasil Kesepakatan

Bandung, BuruhOnline.com  – Kuasa hukum PT. Sulindafin Permai Spinning Mills, Hery Supriatna berharap Solihin dan kawan-kawan (3 orang) dapat menerima hasil kesepakatan pihaknya dengan Serikat Pekerja SPN dan ISBI, yang dibuat pada bulan Mei 2019 lalu itu. Sebab, kesepakatan yang isinya menyepakati besaran uang kompensasi pesangon hanya 70% (tujuh puluh perseratus) dari 1 (satu) kali ketentuan undang-undang tersebut, telah didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

“Di PT. Sulindamills ini, per-31 Mei 2019, itu setelah melakukan perundingan bipartit dengan serikat, diwakili oleh dua serikat yaitu SPN dan ISBI, kurang lebih mewakili 1.200 karyawan, itu sepakat untuk tutup,” terang Hery, Rabu (4/12/2019). Ia juga menegaskan, pada saat perundingan ada tiga orang Pekerja PT. Sulindamills yang tidak mengikuti jalannya perundingan. Menurut Hery, ketiganya mengajukan perundingan setelah Perusahaan menyatakan dirinya tutup. “Dari 1.200 orang itu, ada tiga karyawan yang tidak ikut perundingan. Tetapi mereka mengajukan perundingan setelah Perusahaan tutup, yaitu tanggal 6 Juni 2019,” ujar Hery.

Dalam sidang lanjutan yang dipimpin oleh Hakim Pranoto tersebut, PT. Sulindamills mengaku telah mengajukan beberapa bukti surat. Diantaranya yakni kesepakatan bersama dengan kedua serikat, yang isinya menerima keputusan Perusahaan tutup dengan kompensasi sebesar 70% dari ketentuan undang-undang. Ditambahkan Hery, pihaknya telah terlebih dahulu mengumumkan kondisi Perusahaan tutup. “Perttanggal, kurang lebih 15 Mei, itu sudah mengumumkan jauh-jauh hari kepada seluruh Pekerja, bahwa 31 Mei PT. Sulindamills tutup,” tandasnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, PT. Sulindafin Permai Spinning Mills yang umum dikenal dengan Sulindamills, digugat tiga orang buruhnya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Solihin, Usep Dadie Arisandi dan Rahmadsyah, tak terima diputuskan hubungan kerjanya dengan pemberian uang pesangon yang hanya diberikan sebesar 70% dari satu kali ketentuan undang-undang. Terlebih, kompensasi tersebut dibayarkan secara mengangsur sebanyak empat kali. Pasalnya, Perusahaan yang mengaku tutup sejak awal Juni 2019 tersebut, akhirnya kembali berproduksi setelah sebagian besar Pekerjanya menerima uang kompensasi yang telah disepakati dengan kedua serikat pekerja yang ada di Sulindamills.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of