Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
454

Pekerja Ajukan Gugatan Karena Tak Terima Upah Diturunkan

Bandung, BuruhOnline.com – Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Suwanto, dalam amar putusan yang dibacakan Rabu (27/11/2019), menyatakan menolak gugatan yang diajukan Oki Irawan dan kawan-kawan (4 orang) melawan PT. Mitra Dana Top Finance. Padahal menurut kuasa hukum Oki dan kawan-kawan, Bernard Rumagit mengatakan, pihaknya telah menyerahkan bukti adanya penurunan upah yang dilakukan Perusahaan.

Namun menurut Bernard, Majelis Hakim tidak mempertimbangkan bukti dan saksi yang diajukan oleh pihaknya. Dikatakannya, permasalahan tersebut bermula dari tindakan demosi yang dilakukan oleh Perusahaan kepada Oki dan kawan-kawan. Penurunan jabatan (demosi) itu mengakibatkan adanya penurunan upah sebesar Rp1,5 juta hingga Rp7,5 juta. Karena tak terima upahnya diturunkan, akhirnya Oki memutuskan untuk meminta pengakhiran hubungan kerja sesuai Pasal 169 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Akan tetapi dengan putusan saat ini, ini sungguh luar biasa, dimana upah Pekerja bisa dianulir oleh Majelis Hakim. Artinya bahwa penurunan upah itu diperbolehkan oleh putusan ini,” ujar Bernard. Terhadap putusan tersebut, ia mengaku kecewa. Lantaran komponen pengupahan yang diberikan Perusahaan tidak menjelaskan rincian tunjangan kerja.

“Demosi memang hak Perusahaan, tetapi tidak diperkenankan untuk menurunkan upah pokoknya. Upah yang bisa diturunkan adalah terhadap jabatannya, kalau itu dinyatakan demosi,” jelasnya usai menghadiri persidangan dengan agenda pembacaan putusan di ruang sidang Wirjono Prodjodikoro, gedung PHI Bandung.

Dalam surat gugatan Nomor 184/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg, yang diregisterasi di Kepaniteraan PHI Bandung pada 1 Agustus lalu itu, Oki dan kawan-kawan menuntut pembayaran kekurangan upah sebagai akibat dari penurunan upah yang dilakukan oleh Perusahaan, dan uang kompensasi pesangon.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of