Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
584

Peralihan Hubungan Kerja ke Yayasan, Pekerja Tuntut Syncrum Bertanggung Jawab

Bandung, BuruhOnline.com – Diduga terjadi pelanggaran dalam peralihan hubungan kerja, Abdullah meminta PT. Syncrum Logistics bertanggungjawab, dengan mempekerjakan kembali dan menetapkan dirinya menjadi pekerja tetap. Sebab menurut kuasa hukumnya, Marsono mengatakan, peralihan hubungan kerja Abdullah ke Yayasan tanpa terlebih dahulu adanya pengakhiran hubungan kerja.

“Ada peralihan Yayasan di 2017-nya di bulan Oktober, masa peralihan hubungan kerja langsung teken kontraknya di PT. Bintang,” ujar Marsono usai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Soerjadi, gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Dikatakan Marsono, sebelum ada peralihan hubungan kerja ke Yayasan (Perusahaan Outsourcing PT. Bintang), hubungan kerja antara PT. Syncrum Logistics dengan Abdullah diikat dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). “Sebelum ke Yayasan, hubungan kerjanya memang sudah dikontrak. Dengan kontrak hampir empat kali kontrak,” jelasnya.

Sebelumnya, Marsono telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di Dinas Tenaga Kerja. Namun anjuran Disnaker yang menyarankan agar Perusahaan mempekerjakan kembali Abdullah di PT. Syncrum Logistics tidak dijalankan. Sehingga pihaknya mendaftarkan surat gugatan pada 3 Oktober lalu.

Dalam tuntutannya selain meminta dipekerjakan kembali sebagai pekerja tetap, Abdullah juga meminta agar PT. Syncrum Logistics membayar upahnya selama tidak dipekerjakan sejak 26 Maret 2018 hingga adanya putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Dan apabila gugatannya tersebut dikabulkan dan tidak dilaksanakan, PHI Bandung diminta untuk menghukum Perusahaan membayar uang paksa sebesar Rp500 ribu perhari.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of