Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
738

Tak Hanya Digugat, Bos Pabrik Algalindo Perdana di-Polisikan

Surabaya, BuruhOnline.com – Tak hanya mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Rudianto dan kawan-kawan (13 orang), juga melaporkan tindakan Pimpinan Perusahaan PT. Algalindo Perdana ke Polisi, dengan dugaan tidak melaksanakan pembayaran upah sesuai ketentuan yang berlaku, juga tidak mengikutsertakan Pekerjanya ke dalam Program Jaminan Sosial.

“Perusahaan itu tutup. Setelah tutup, Perusahaan tidak mau memberikan hak-hak karyawan,” ujar Suwito selaku kuasa hukum Rudianto, Senin (9/12/2019). Ia juga mengatakan, bahwa Dinas Tenaga Kerja telah mengeluarkan anjuran yang menyarankan Perusahaan untuk membayar uang kompensasi pesangon. Namun karena anjuran Disnaker tidak diindahkan, akhirnya mereka mengajukan gugatan ke Pengadilan.

“(Kami) mengajukan sidang mediasi, setelah mediasi muncullah surat anjuran, sehingga sampai anjuran muncul dari Dinas Tenaga Kerja tapi ternyata dari pihak Perusahaan tidak meng-indahkan adanya anjuran itu,” tutur Suwito usai persidangan yang beragendakan pembacaan jawaban gugatan dari PT. Algalindo Perdana.

Menurut Suwito, terhadap kasus dugaan tindak pidana ketenagakerjaan yang telah dilaporkannya, sudah memasuki tahap penyempurnaan berkas-berkas dari pihak Kepolisian ke Kejaksaan (P-19). Sedangkan di PHI Surabaya, Perusahaan menghadapi tuntutan pembayaran uang kompensasi pengakhiran hubungan kerja dan upah selama tidak dipekerjakan sejak April 2016, yang seluruhnya lebih dari Rp2 miliar.

“Dan perusahaan hari ini, berkaitan dengan adanya pidana, sekarang (Pimpinan Perusahaan) sudah berstatus tersangka,” tandasnya. Sebagai informasi, PT Algalindo yang tiba-tiba menyatakan menutup pabriknya di Gununggangsir, Beji, sejak 1 April 2016 lalu itu, membuat status 62 karyawannya justru tidak jelas.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of