Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
390

Tak Puas Dengan Anjuran Disnaker, Buruh PT. Haire Tuntut Dipekerjakan Kembali

Bandung, BuruhOnline.com – Sebanyak 64 orang Pekerja PT. Haire Electrical meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk memerintahkan Perusahaan mempekerjakan kembali mereka pada jabatan dan posisi semula sebelum terjadinya pengakhiran hubungan kerja yang terjadi sejak tahun 2017 dan 2018 itu. Dikatakan Aep Risnandar selaku kuasa hukum Abdul Muis dan kawan-kawan tersebut, Perusahaan telah keliru dalam memutuskan hubungan kerja dengan alasan masa kontrak telah berakhir.

“Habis kontrak katanya. Berkali-kali dia (Perusahaan) kontrak, di-ending habis kontrak,” ujar Aep, Rabu (18/12/2019). Ia menegaskan, bahwa penerapan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang diadakan oleh Perusahaan kepada Abdul Muis dan kawan-kawan, dilakukan berulang-ulang. “Di Haire itu, diawali dengan sistem kerja kontrak yang berkepanjangan, bipartit kita gak selesai, kemudian dimediasi-pun gak selesai, akhirnya kita gugat,” tambahnya saat menceritakan awal mula permasalahannya sebelum diajukan gugatan ke PHI Bandung.

Namun ia mengaku cukup kecewa dengan anjuran Dinas Tenaga Kerja. “Di Mediator Bekasi menganjurkan bahwa sistm kerja di PT. Haire harus sesuai dengan Pasal 59 Undang-Undang 13 Tahun 2003. Nah itu aja anjurannya,” tutur Aep. Seharusnya Disnaker menilai perjanjian kerja kontrak yang dibuat Perusahaan, telah sesuai atau belum terhadap ketentuan yang berlaku.

Atas gugatan  itu, PT. Haire Electrical mengajukan eksepsi (bantahan). Menurut Perusahaan, gugatan Abdul Muis dan kawan-kawan yang teregister dalam Perkara Nomor 236/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg, telah daluarsa karena telah melewati batas waktu untuk menggugat yakni paling lama 1 (satu) tahun setelah terjadinya pengakhiran hubungan kerja. Terhadap eksepsi tersebut, Aep telah membantahnya yang didasarkan pada Putusan Mahkamah Konstitusi sepanjang mengenai gugatan daluarsa.

Aep juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan 80 bukti surat, diantaranya salinan perjanjian kerja kontrak yang berulang-ulang selama tiga hingga lima tahun terakhir. “Bukti kita hampir delapan puluh bukti, ada surat perjanjian kontrak yang mereka itu. Disana bisa kelihatan kontrak berkepanjangan tanpa jeda tiga puluh hari,” tegasnya usai menghadiri persidangan yang beragendakan kesimpulan tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of