Minggu, 31 Mei 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
434

Bekerja di Gereja Terima Upah & Perintah, Tapi Dianggap Tak Ada Hubungan Kerja

Jakarta, BuruhOnline.com – Melalui kuasa hukumnya, Agus Supriyadi mengatakan Pekerja setiap bulan menerima upah atas perintah kerja yang diberikan oleh Pengurus Gereja Kasih Kerunia Indonesia Jemaat Damai Sejahtera. Hal tersebut dikuatkan oleh keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak gereja pada persidangan yang digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

“Saya melihatnya ada hubungan kerja. Karena disitu ada perintah, ada upah yang diterima, ada pekerjaan yang dia kerjakan dari perintah tadi itu,” ujar Agus. Sehingga, dengan adanya pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh Gereja dengan alasan pelanggaran kode etik, maka Pekerja yang telah bekerja selama hampir 18 tahun itu, berhak atas uang pesangon.

Agus mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan sejumlah bukti surat, diantaranya bukti pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh pihak Gereja. “Kalau bukti hanya pemberhentian. Pemberhentian sebagai pekerja,” katanya.

Dengan adanya pemutusan hubungan kerja secara sepihak tersebut, Pekerja dalam surat gugatannya bertanggal 26 Agustus 2019, meminta Majelis Hakim untuk menghukum Gereja Kasih Kerunia Indonesia Jemaat Damai Sejahtera, untuk membayarkan uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. “Harapan saya, Majelis Hakim bisa mengabulkan gugatan seluruhnya,” tandas Agus.

Tak hanya itu, apabila gugatannya dikabulkan, Agus meminta Majelis Hakim menetapkan besaran uang paksa sebesar Rp1 juta setiap hari keterlambatan, apabila pihak gereja tidak menjalankan putusan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of