Rabu, 29 Januari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
222

Belum Berikan Seluruh Hak Pekerja Meninggal Dunia, Pharos Indonesia Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Selaku ahli waris dari almarhum Muhammad Idris, Anik Wijayanti melalui Hasanudin Masdar sebagai kuasa hukumnya, mengajukan gugatan perselisihan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, atas kekurangan pembayaran hak-hak almarhum sebagai Pekerja di PT. Pharos Indonesia. Anik menuntut sisa pemberian uang kompensasi pengakhiran hubungan kerja karena meninggal dunia sebesar Rp212,6 juta.

“Perusahaan sudah bayar, tetapi masih kurang. Dia baru bayar sekitar 123 juta. Tapi perhitungan kami adalah Rp334 juta,” kata Hasanudin, Rabu (8/1/2020) seusai menghadiri persidangan yang beragendakan pemeriksaan identitas para pihak tersebut. Menurutnya, almarhum Idris meninggal dunia di bulan Nopember 2018 karena serangan jantung.

Dikatakan Hasanudin, PT. Pharos Indonesia telah dianjurkan oleh Dinas Tenaga Kerja untuk memberikan kekurangan pembayaran uang pesangon kepada ahli waris almarhum yang pernah menjabat sebagai manajer itu, tetapi tidak kunjung dilaksanakan. “Anjurannya itu sama sesuai dengan tuntutan, yaitu dua (kali) ketentuan,” ujarnya.

Ia berharap, Pengadilan dapat mewajibkan Perusahaan untuk membayar kekurangan uang pesangon. “Pengadilan (agar) memutuskan sesuai dengan tuntutan kita, dua ketentuan,” tegas Hasanudin. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan, agar dikemudian hari tidak ada lagi tuntutan soal hak-hak Pekerja yang meninggal dunia. “Jadi kedepan nggak ada perselisihan, patuhi aturan undang-undang. Kalau dia (Perusahaan) bayar sesuai undang-undang, nggak mungkin kita nuntut,” tambahnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of