Minggu, 31 Mei 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
500

Diberhentikan Tapi Tak Pernah Terima Surat Panggilan, Pekerja Tuntut Bekerja

Jakarta, BuruhOnline.com – Galih Kusumo Bawono melalui Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menuntut untuk dipekerjakan kembali dengan posisi atau jabatan semula. Karena ia menganggap pemberhentian sepihak yang dilakukan PT. Pharos Indonesia pada bulan Desember 2018, tidak disertai alasan yang dibenarkan oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan Perusahaan beranggapan, Galih telah mengundurkan diri. Karena tidak memenuhi panggilan yang disampaikan oleh PT. Pharos Indonesia sebanyak 3 (tiga) kali. “Jadi, awalnya itu PT. Pharos Indonesia itu, memanggil di alamat yang sesuai dengan KTP lama saya, itu adanya di Cibubur. Nah kemudian mereka baru tahu, kalau saya sudah tidak tinggal disana lagi. Nah kemudian ada panggilan yang kedua di Cempaka Putih,” ujar Galih usai menghadiri persidangan, Senin (20/1/2020).

Akan tetapi, alasan tersebut dibantah oleh Galih yang bekerja sebagai Area Sales Manager. Sebab menurutnya, ia tidak pernah mendapatkan surat panggilan yang dikirimkan ke alamat Cibubur, Jakarta Timur dan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. “Tapi domisili saya di Bekasi. Karena saya tidak mengetahui dari isi surat panggilan itu, makanya saya tidak memenuhi panggilan dari PT. Pharos,” lanjutnya.

Dalam surat gugatannya, Galih tidak hanya meminta dipekerjakan kembali, tetapi juga menuntut pembayaran upah selama dirinya tidak dipekerjakan sejak Desember 2018 hingga Mei 2019. Ia juga menceritakan, bahwa dirinya pernah diberikan upah hanya sebesar Rp42 ribu sebulan, dengan alasan adanya masalah absensi. “Bagaimana nggak ada masalah, absensi saya di blok. Biasa absen di Bekasi, terus absen saya di blok. Saya hanya bisa absen di Jakarta,” tukasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of