Rabu, 29 Januari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
195

Diduga Ada Penipuan, Akhirnya Pengadilan Jakarta Pusat Gelar Sidang Perkara 212

Jakarta, BuruhOnline.com – Dianggap telah menggunakan kartu pembayaran tanpa saldo untuk membeli barang-barang, kedua Pekerja PT. Smart Telecom digugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Perusahaan meminta ijin kepada Pengadilan, untuk dapat menyatakan putus hubungan kerja dengan kedua Pekerja dengan pemberian uang pesangon.

Pembelian barang dengan kartu pembayaran tanpa saldo terjadi, karena adanya gangguan pada sistem perbankan yang juga tergabung dengan PT. Smart Telecom. Melalui kuasa hukumnya, Arbi Dalimunte, kejadian pembelian barang tersebut dilakukan oleh seratusan Pekerja yang telah diminta untuk mengundurkan diri, terkecuali kedua Pekerja yang tidak bersedia mundur dari Perusahaan.

“Kebetulan emang pada saat itu, Perusahaan mengalami error di sistem perbankan, jadi setiap pemakaian kartu bisa melakukan transaksi walaupun saldonya tidak ada,” tutur Arbi, Kamis (9/1/2020) seusai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Sarwata, gedung PHI Jakarta Pusat. “Nah oleh karena itu, pihak bank mengetahui hal tersebut, dan pihak bank menyurati (Perusahaan),” lanjut Arbi.

Juga dikatakannya, meskipun tindakan kedua Pekerja tergolong sebagai pelanggaran yang tidak ringan, tetapi Perusahaan tetap bersedia memberikan uang kompensasi pemutusan hubungan kerja sebesar satu kali ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. “Kita hanya menginginkan pemutusan hubungan kerja dengan memberikan kompensasi satu kali PMTK,” ujar Arbi.

Ditambahkannya, PT. Smart Telecom telah mengajukan 11 bukti. Diantaranya surat pemberitahuan dari bank, dan peraturan perusahaan yang memuat pasal pelanggaran kedua Pekerja. Sebagai informasi, persidangan atas gugatan dalam Perkara 212/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst yang diajukan sejak 2 Juli 2019 lalu itu, telah digelar sebanyak 21 kali dan akan kembali dilanjutkan pada pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi dari para pihak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of