Minggu, 23 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
375

Dua Pekerja HR Digugat Karena Dianggap Tidak Berikan Surat Peringatan

Jakarta, BuruhOnline.com – Tuduhan PT. GSM System Indonesia terhadap Lidya Damayanti dan Noviana Ardhiani yang tidak memberikan surat peringatan kepada Yofan Hadi Pratama, tidak terbukti. Demikian dikatakan Gunawan Wahyudi selaku salah seorang kuasa hukum dari Lidya dan Noviana, Senin (20/1/2020) usai menghadiri sidang yang digelar di ruang sidang Oemar Seno Adji 1, gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Manajemen menuduhkan pada prinsipal kami, bahwa tidak melaksanakan tugas sebagai HR dalam memberikan surat peringatan satu, dua, tiga ataupun PHK. Ini sebetulnya sudah dijalankan sama prinsipal kami. Tidak ada yang tidak dikerjakan,” tutur Gunawan. Menurutnya, Lidya dan Noviana yang menjabat sebagai HR telah menjalankan seluruh tugas-tugasnya. “Pihak PT. GSM menyalahkan HRD-nya karena menganggap HRD-nya tidak mengambil suatu tindakan terhadap karyawan yang indisipliener. Ini pokok persoalannya,” tandas Gunawan.

Sidang yang beragendakan mendengar keterangan saksi dari Pekerja itu, merupakan lanjutan atas gugatan yang diajukan oleh PT. GSM System Indonesia terkait tuduhan kepada Lidya dan Noviana yang diduga telah memberikan informasi tidak benar melalui group WhatsApp. Atas informasi tersebut, Perusahaan berkeberatan dan meminta PHI Jakarta Pusat untuk menetapkan pengakhiran hubungan kerja terhadap keduanya, terhitung sejak 5 April 2019.

Pada persidangan sebelumnya, gugatan yang diajukan oleh PT. GSM Systems Indonesia, seharusnya tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard) oleh Pengadilan. Sebab, surat kuasa yang dibuat Perusahaan, bukan diberikan oleh Direktur Utama yang masih berada di luar negeri. Sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda menyerahkan kesimpulan dari kedua belah pihak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of