Selasa, 2 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
631

Jadi Alasan PHK, Hati-Hati Cetak Kartu Nama Tanpa Ijin Perusahaan

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Eka Bogainti menganggap tindakan Ridwan Supangkat telah memenuhi kualifikasi pemutusan hubungan kerja, sehingga Ridwan telah tidak lagi dipekerjakan. Alasannya, karena Ridwan telah membuat sendiri kartu nama yang berisi logo dan nama Perusahaan. “Pekerjanya di-PHK dengan alasan pembuatan kartu nama, sementara kartu nama itu-kan hal yang biasa di dalam Perusahaan,” ujar Arius Sinaga selaku kuasa hukum Ridwan, Senin (13/1/2020).

Menurut Arius, dasar pemutusan hubungan kerja tersebut haruslah tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan. Sehingga pihaknya menuntut pembayaran uang kompensasi atas pemberhentian Ridwan terhitung sejak 4 Januari 2019. Ia juga meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menghukum PT. Eka Bogainti membayar ganti rugi atas hilangnya pekerjaan yang dialami Ridwan.

Lebih lanjut dikatakan Arius, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan melalui Dinas Tenaga Kerja, namun tidak berhasil. “Anjuran Dinas Tenaga Kerja sesuai dengan undang-undang ya. Dua kali PMTK,” tegasnya. Perusahaan mengatakan, dalil pemutusan hubungan kerjanya karena alasan pembuatan kartu nama tanpa ijin, telah tepat.

“Dia mempertahankan, bahwa dalilnya untuk PHK sudah tepat. Membuat kartu nama sendiri, karyawan itu bisa di-PHK. Karena dianggap mengambil logo Perusahaan,” tambah Arius. Ia juga mengatakan, dalam sidang bukti pada pekan depan akan disampaikan bukti surat pemberhentian dan kartu nama yang menjadi dasar Perusahaan memutuskan hubungan kerja Ridwan.

Arius dalam surat gugatannya yang diregisterasi dengan perkara Nomor 342/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, menuntut sepuluh poin yang diantaranya uang paksa sebesar Rp.1 juta perhari, apabila Perusahaan tidak menjalankan putusan pengadilan yang kelak mengabulkan gugatan Ridwan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of