Minggu, 23 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
226

Pelaut Tuntut Ganti Rugi Sisa Kontrak Karena Diberhentikan Sepihak

Jakarta, BuruhOnline.com – Tindakan PT. Budi Mulia Bahtera Sentosa yang memberhentikan Daniel Fanny Boy Siallagan, akhirnya berujung pada gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Daniel tidak terima dengan pemberhentian secara sepihak dirinya, karena dianggap tidak bisa bekerja. Sehingga ia meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan untuk menetapkan besaran ganti rugi atas sisa kontrak yang belum berakhir.

“Pada dasarnya tuntutan kita 11 bulan,” tegas Nur Rohman, Senin (20/1/2020) usai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Oemar Seno Adji 1, gedung PHI Jakarta Pusat. Ditambahkannya, Daniel yang dipekerjakan diatas kapal KM Mulia-69, diperjanjikan kerja laut dengan waktu tertentu selama 12 bulan. “Dia baru bekerja selama dua bulan, itu dia di-PHK oleh pihak Perusahaan. Dengan alasan si-Pekerja itu tidak bisa bekerja,” ujar Rohman.

Ia juga mengatakan, dalam perjanjian kerja laut ada masa percobaan selama tiga bulan. “Karena dia baru bekerja dua bulan, di pasal itu bisa diberhentikan,” kata Rohman. Tetapi pihaknya tidak sepakat, karena perjanjian kerja waktu tertentu tidak memperbolehkan adanya masa percobaan. “Karena PKWT tidak boleh ada masa percobaan dan pasal itu kami anggap batal demi hukum, karena melanggar undang-undang,” tandasnya.

Menurut Rohman, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pemberhentian sepihak tersebut di Dinas Tenaga Kerja. Karena tidak tercapai kesepakatan, Disnaker menganjurkan PT. Budi Mulia Bahtera Sentosa untuk membayar ganti rugi berupa sisa kontrak sebesar 11 bulan upah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of