Rabu, 29 Januari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
183

Tidak Lagi Dilibatkan, Awak Kabin Garuda Indonesia Tuntut Perundingan PKB

Jakarta, BuruhOnline.com – Diwakili Ari Lazuardi selaku kuasa hukum, Serikat Pekerja (SP) Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menggugat PT. Garuda Indonesia (Persero), Asosiasi Pilot Garuda dan Serikat Karyawan Garuda ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketiganya diminta untuk kembali melakukan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dengan melibatkan SP Awak Kabin.

Ari menilai, IKAGI berhak untuk dilibatkan dalam perundingan PKB, seperti tahun-tahun sebelumnya. “Yang selama ini terjadi, sebenarnya tiga serikat selalu bikin kesepakatan bersama untuk mengajukan perundingan PKB,” ujarnya, Kamis (9/1/2020) usai menghadiri persidangan yang digelar dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak.

Lebih lanjut dikatakannya, IKAGI menganggap perlu ada pembaharuan PKB dan tidak sebatas memperpanjangnya. “Karena banyak aspirasi dari kawan-kawan perlu ada hal-hal lain yang dimasukkan dalam pembaharuan PKB,” tandas Ari. Ia dalam surat gugatannya bertanggal 3 Desember 2019, mengajukan 13 poin tuntutan. Diantaranya memerintahkan PT. Garuda Indonesia untuk melakukan perundingan PKB Periode 2018-2020 dengan SP Awak Kabin, Asosiasi Pilot Garuda dan Serikat Karyawan Garuda.

“Yang jelas dari IKAGI dengan kurang lebih dua ribu anggota, untuk dilibatkan dalam perundingan PKB secara proporsionalitas dengan adanya tata tertib dan segala macam,” tegas Ari. Proporsional yang dimaksud, yakni dengan menetapkan sembilan orang sebagai perwakilan tiga serikat Pekerja sesuai dengan jumlah anggota masing-masing.

Selain itu, IKAGI juga meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan untuk menetapkan besaran uang paksa (dwangsom) sebesar Rp5 juta perhari, apabila Perusahaan tidak menjalankan putusan pengadilan yang mengabulkan gugatannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of