Minggu, 23 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
225

Tuntut Hak Pesangon, Perusahaan Ekspedisi Kerta Gaya Pusaka Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Lanjutan persidangan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Sukimin dengan PT. Kerta Gaya Pusaka, kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, Sukimin menghadirkan dua orang saksi, yakni mantan Personalia dan kepala Operasional.

Sukimin yang telah bekerja di PT. Kerta Gaya Pusaka selama 37 tahun itu, mengaku belum mendapatkan hak-haknya atas pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang terjadi sejak Maret 2019 lalu. Justru sebaliknya, Sukimin malah pernah dilaporkan oleh Perusahaan yang memiliki jumlah karyawan sebanyak 1.500 orang itu ke Polisi atas dugaan tindak pidana yang tidak pernah dilakukannya. Perusahaan menuduh Sukimin telah melakukan mark up terhadap harga pengepakan.

Dalam keterangannya, kedua saksi mengatakan Sukimin sebagai salah seorang Pekerja yang baik dan tidak pernah mendapatkan sanksi disiplin. “Saksi Penggugat menerangkan, lama bekerja Penggugat, kredibilitas Penggugat selama bekerja baik-baik saja,” ujar Bismar Ginting selaku kuasa hukum Sukimin usai menghadiri persidangan yang digelar diruang sidang Oemar Seno Adji 2, gedung PHI Jakarta Pusat.

Dikatakan Bismar, Perusahaan dalam jawaban gugatannya tetap menuduh Sukimin telah melakukan pelanggaran berat, dan tidak berhak mendapatkan uang pesangon. “Padahal, sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap maka itu tidak bisa disebut sanksi berat,” terangnya. Bismar juga menegaskan, bahwa perbuatan pidana yang dituduhkan Perusahaan, tidak dapat dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

“Padahal laporan Polisi itu, sebelum tingkat SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), sudah ada penyelesaian baik-baik antara pihak Perusahaan dengan Penggugat,” tandas Binsar. Sebelumnya, Sukimin telah menyampaikan lima bukti surat, diantaranya surat pemutusan hubungan kerja, surat keterangan tentang masa kerja, dan bukti pembayaran upah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of