Senin, 6 Juli 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
532

Alih Tugas Dinilai Cacat Hukum, Kantor Berita Nasional ANTARA Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Diduga sebagai buntut dari adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para karyawan Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, yang terjadi pada 4-12 Desember 2018. Rinto dan kawan-kawan (5 orang) menolak dialihtugaskan sejak Juni 2019, dan meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk membatalkan Surat Keputusan Direksi Nomor 78 Tahun 2019.

Dikatakan Rinto selaku salah seorang Penggugat, alihtugas yang diputuskan oleh Perum LKBN Antara telah dinilai oleh Dinas Tenaga Kerja, adanya unsur ketidaksesuaian prosedur yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). “Salah satu poin yang paling penting adalah yang utama, anjurannya adalah kami dikembalikan lagi seperti posisi semula,” tuturnya. Kamis (13/2/2020).

Ia menegaskan, memang Perusahaan memiliki hak prerogatif untuk menempatkan Pekerja pada bidang yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. “Tetapi di pasal-pasal berikutnya, ada poin (mekanisme) yang mengatakan harus dilalui dulu, setelah itu dikatakan dia baru boleh melakukan mutasi,” tegas Rinto yang mendasarkan pendapatnya pada Pasal 65 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) PKB.

Dalam surat gugatannya yang diregister dalam Perkara Nomor 348/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, Rinto dan kawan-kawan tak hanya meminta pembatalan alihtugas. Tetapi juga menetapkan besaran upah dan hak-hak lainnya yang harus ia terima sejak bulan September dan Oktober 2019. Rinto mengaku, pihaknya telah menyampaikan 40 bukti surat. Dan  persidangan akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh pihaknya.

Sebelumnya, Perum LKBN Antara juga telah tidak memperkenankan kameramannya, Erwin Andreas untuk bekerja seperti biasa. Pasalnya, perjanjian kerja kontrak (waktu tertentu) yang dibuat Perusahaan dengan Erwin telah berakhir. Padahal sebelumnya, perjanjian tersebut telah diusulkan untuk diperpanjang oleh atasan Erwin pada Maret 2018. Sebelum diberhentikan, Erwin sempat ikut dalam aksi demonstrasi yang terjadi pada 4-12 Desember 2018.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of