Sabtu, 4 April 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
230

Bantah Jumlah Hari Kerja, Pekerja Hadirkan Dua Orang Saksi

Jakarta, BuruhOnline.com – Sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, yang diajukan oleh Agus Saputra dan Andi Setiawan melawan PT. Akira Kanaik Indah, kembali digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020). Keduanya menghadirkan dua orang saksi, yang menerangkan hari kerja di Perusahaan berjumlah 24-25 hari kerja dalam sebulan.

Keterangan saksi tersebut, sangat dibutuhkan oleh Agus dan Andi. Karena Perusahaan hanya mengakui hari kerja yang diberlakukannya berjumlah 20-21 hari kerja. “Jadi dalam satu bulan kita bekerja itu, kurang lebih 24 sampai 25 hari kerja. Bukan 20 sampai 21 hari yang telah disampaikan dari Tergugat,” tutur Agus Saputra.

Keduanya juga telah menyerahkan empat bukti surat, diantaranya surat pemutusan hubungan kerja, masa kerja, dan anjuran dari Suku Dinas Tenaga Kerja. Sidang selanjutnya beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari PT. Akira Kanaik Indah.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Agus Saputra dan Andi Setiawan tidak dapat menerima pemberhentian secara sepihak yang dilakukan Perusahaan melalui pesan singkat (chat) pada aplikasi smartphone. Sebab, keduanya tidak sekalipun pernah menerima panggilan kerja yang disampaikan Perusahaan.

Baik Agus maupun Andi, tidak dapat menerima tawaran uang kompensasi pemutusan hubungan kerja dengan kualifikasi mengundurkan diri tersebut. Akan tetapi, menurut Andi, uang pisah yang ditawarkan oleh Perusahaan telah ditransfer ke rekening kedua Pekerja. Perusahaan sudah dianjurkan untuk mempekerjakan kembali oleh Dinas Tenaga Kerja. Namun karena tidak pernah ada tanggapan atas anjuran tersebut, akhirnya Agus dan Andi mengajukan gugatan ke PHI Jakarta Pusat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of