Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
419

Bantah Memperjanjikan PKWT, Kantor Konsultan Pajak Hadirkan Seorang Saksi

Jakarta, BuruhOnline.com – Meskipun ada asas hukum Unus Testis Nullus Testis, namun Kantor Konsultan Pajak (KKP) Panorama bersikukuh menghadirkan seorang saksi dalam gelaran sidang lanjutan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Padahal, keterangan seorang saksi saja haruslah ditolak kesaksiannya tanpa dukungan alat bukti lain. Terlebih keterangan yang disampaikannya, dianggap berpihak pada Pekerja Yoshio Uchida.

”Kalau dari kita-sih, melihat mendukung ya. Mendukung (dalil) kita Penggugat,” ujar Jaya Parlindungan Sagala, Senin (27/1/2020) usai menghadiri persidangan yang beragendakan mendengar keterangan saksi dari KKP Panorama yang bekerja mengurusi ijin tenaga kerja asing. “Disatu sisi, beliau-pun tidak mengerti visa on the rival tadi ya, bentuk visa seperti apa? Itu sih patut diduga beliau bisa dibilang tidak kompeten juga,” tambah Jaya.

Sebelumnya, KKP Panorama dalam jawaban gugatan, menolak hubungan kerjanya dengan Yoshio terikat dalam perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Akan tetapi, hal tersbeut dibantah oleh kuasa hukum Yoshio. “Salah satu yang memperkuat, didalam perjanjian kerja itu ada upah yang diperjanjikan antara kedua belah pihak, dan itu sudah sempat dibayar oleh pemberi kerja, dalam hal ini KKP Panorama,” tandas Jaya.

Seperti telah pernah diberitakan, Yoshio meminta agar Kantor Konsultan Pajak Panorama dihukum untuk membayar sisa upahnya selama 10 bulan sebagai ganti rugi pengakhiran kontrak sepihak. Ia tidak keberatan dengan pengakhiran perjanjian kerja kontrak (waktu tertentu) yang dilakukan secara sepihak, tetapi ketentuan perundang-undangan mewajibkan pihak yang mengakhiri kontrak kerja tersebut, untuk memberikan sejumlah ganti rugi yang besarannya diatur dalam perjanjian kerja.

Yoshio memiliki hak untuk tetap mendapatkan sisa upah yang harus diberikan tempat bekerjanya selama 10 bulan, serta penggantian biaya transportasi saat dirinya diundang bekerja. Sebab, perjanjian kerja kontrak yang telah ditanda-tangani, mengatur batas waktu perjanjian selama satu tahun. Akan tetapi, Yoshio yang baru dua bulan bekerja sudah tidak lagi dibayarkan upahnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of