Minggu, 23 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
212

Belum Bayar Pesangon, Pekerja Tuntut Ganti Rugi Kehilangan Pekerjaan

Jakarta, BuruhOnline.com – Merasa haknya atas pekerjaan dirampas secara sepihak oleh PT. Gita Terminal Sarana, Mardan melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mardan telah berusaha untuk menyelesaikan permasalahannya tersebut di Dinas Tenaga Kerja, namun tidak tercapai kesepakatan.

Supriadi Renhoat selaku kuasa hukum Mardan, menganggap komunikasi selama ini dengan pihak Perusahaan memang baik, tetapi PT. Gita Terminal Sarana dinilai belum mempunyai itikad baik untuk membayarkan uang kompensasi pesangon dan upah selama dirumahkan. “Sejauh ini kita komunikasinya tetap baik, hanya saja belum ada itikad baik saja dari pihak Perusahaan,” ujar Supriadi, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, kemungkinan Perusahaan sedang mengalami kesulitan pengelolaan, sehingga Mardan diberhentikan secara sepihak. Akan tetapi, keadaan tersebut bukan berarti dapat menghilangkan kewajiban Perusahaan. “Jadi alasan Perusahaan memberhentikan itu karena mungkin saat ini Perusahaan lagi dalam keadaan tidak stabil. Oleh sebab itu diberhentikan secara sepihak,” tandas Supriadi usai persidangan.

Dalam surat gugatannya, Mardan tak hanya menuntut uang pesangon dan upah selama dirumahkan. Gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 17/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Jkt.Pst itu, juga meminta Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, untuk menghukum PT. Gita Terminal Sarana membayar ganti rugi imateril akibat hilangnya pekerjaan terhitung sejak bulan Nopember 2018 hingga April 2019.

Hakim Saptono Setiawan yang memimpin persidangan, akhirnya menunda sidang pemeriksaan identitas para pihak hingga dua pekan depan. Sebab, perwakilan yang ditunjuk pihak Perusahaan tidak melengkapi dirinya dengan surat kuasa dan akta pendirian.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of