Minggu, 23 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
269

Cacat Hukum, Pengadilan Nyatakan Gugatan PT. GSM Tidak Dapat Diterima

Jakarta, BuruhOnline.com – “Mengabulkan eksepsi Tergugat yang menyatakan gugatan Penggugat cacat hukum,” ujar Hakim Taryan Setiawan selaku Ketua Majelis Hakim saat membacakan amar putusan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, yang diajukan oleh PT. GSM System Indonesia melawan Lidya Damayanti dan Noviana Ardhiani di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Amar putusan tersebut, dikatakan Gunawan Wahyudi selaku salah seorang kuasa hukum dari kedua Pekerja mengatakan, terhadap amar putusan Majelis Hakim telah ia prediksi sejak awal persidangan. Sebab, surat kuasa yang dibuat Perusahaan, bukan diberikan oleh Direktur Utama yang masih berada di luar negeri. Sehingga menurutnya, Pengadilan harus menyatakan gugatan yang diajukan oleh PT. GSM Systems Indonesia, tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

“Putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim, sudah kita duga sebelumnya. Bahwa gugatan dari PT. GSM ini akan ditolak karena gugatan ini cacat hukum. Dimana kewenangan dari seorang GM (General Manager), yang mengatasnamakan Perusahaan itu tidak dibenarkan,” jelas Wahyudi sesaat setelah persidangan dengan agenda pembacaan putusan.

Sebelumnya, PT. GSM System Indonesia menuduh Lidya Damayanti dan Noviana Ardhiani yang tidak memberikan surat peringatan kepada Yofan Hadi Pratama, telah melakukan pelanggaran. Sebagai HR, baik Lidya dan Noviana telah menjalankan seluruh tugas-tugasnya. Selain itu, Perusahaan menduga keduanya telah memberikan informasi tidak benar melalui group WhatsApp. Sehingga atas informasi tersebut, Perusahaan berkeberatan dan meminta PHI Jakarta Pusat untuk menetapkan pengakhiran hubungan kerja terhadap keduanya, terhitung sejak 5 April 2019.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of