Minggu, 23 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
141

Dianggap Mengundurkan Diri, Yayasan Bunda Hati Kudus Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Meskipun Undang-Undang Ketenagakerjaan mengatur syarat pemutusan hubungan kerja karena kualifikasi mengundurkan diri, tetapi Yayasan Bunda Hati Kudus memantapkan pendiriannya yang menganggap Martinus Rio telah mengundurkan diri terhitung sejak Agustus 2018. Namun anggapan tersebut dibantah oleh Aloysius Abi selaku kuasa hukum Martinus. Ia menilai, pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan Yayasan merupakan pemberhentian secara sepihak.

“Dimana seakan-akan karyawan itu mengundurkan diri secara sepihak. Padahal sesungguhnya bukan itu, tapi PHK sepihak,” ujar Aloysius, Rabu (5/2/2020) usai menghadiri persidangan yang digelar di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Martinus yang tercatat sebagai anggota Yayasan Bunda Hati Kudus itu, dianggap tidak lagi perlu diberikan upah.

Aloysius tidak sependapat dengan tindakan Yayasan. Sebab, Martinus diberikan tugas untuk mengajar, sehingga berhak untuk mendapatkan upah. “Sekarang-kan dia kembali ngajar, ya teteplah harus terima gaji,” jelasnya. Ia telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pengakhiran hubungan kerja Martinus ke Dinas Tenaga Kerja, namun tidak berhasil mencapai kesepakatan.

Dalam surat gugatannya, Martinus tidak berkeberatan jika diputuskan hubungan kerjanya. Asalkan diberi uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, Rabu, 22 Januari lalu, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie, menolak eksepsi kewenangan mengadili yang diajukan oleh Yayasan. Sehingga menurutnya, PHI Jakarta Pusat berwenang untuk memeriksa, mengadili dan memutus gugatan yang diajukan Martinus.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of