Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
466

Diduga Panggilan Kerja Palsu, Pekerja Laporkan Perusahaan ke Polisi

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima dengan adanya panggilan bekerja yang tidak pernah dilihat sebelumnya, Trisna Gunawan melalui kuasa hukumnya Beni Sondakh telah membuat Laporan Polisi (LP) dengan dugaan adanya tindak pidana pemalsuan. Beni, usai menghadiri persidangan mengaku mencurigai surat yang diajukan sebagai salah satu bukti oleh PT. Jurong Engineering Lestari.

“Tergugat mengaku, bahwa Penggugat diundang, dipanggil kembali bekerja sebanyak dua kali pada akhir Mei dan Juni. Saya tau tujuannya dia, untuk memperlakukan agar PHK dengan kualifikasi mengundurkan diri. Dia buktikan dengan panggilan-panggilan itu. Ternyata panggilan ini diduga palsu dan sudah kami buat laporan polisi,” ujar Beni, Senin (24/2/2020).

Sebelumnya, Trisna Gunawan melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, meminta agar pemutusan hubungan kerja yang dilakukan PT. Jurong Engineering Lestari, dinyatakan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku. Selain itu, lanjut Benny, Trisna seringkali mengalami kelebihan jam kerja, akan tetapi tidak diperhitungkan sebagai upah lembur.

“Ternyata mereka itu bekerja bukan di lautan, tetapi di darat. Artinya jam kerja dari jam tujuh sampai jam delapan belas, terhapus. Mengacu pada 40 jam seminggu. Nah itu tuntutan kami adalah kelebihan jam kerja, itu harus dibayarkan,” tambah Beni. Namun tuntutan tersebut dibantah oleh kuasa hukum PT. Jurong Engineering Lestari, Edwin.

Menurutnya, Trisna Gunawan yang termasuk dalam level manager itu, tidak lagi memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan upah lembur. “Tuntutan Penggugat terkait upah kerja lembur itu nggak bisa. Karena memang berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 102, ada penggolongan, ada golongan tertentu yang tidak berhak atas upah kerja lembur,” terang Edwin menanggapi salah satu tuntutan kekurangan upah kerja lembur sebesar Rp4,4 miliar.

Edwin mengatakan, dalam sidang pekan depan akan menghadirkan saksi untuk membantah gugatan Trisna. Ia juga menegaskan, bahwa pihaknya membuka kemungkinan adanya musyawarah. “Tapi ya, saya masih membuka ruang, kami membuka ruang, siapa tau masih ada, ya, musyawarah untuk mufakat-kan,” tandasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of