Sabtu, 28 Maret 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
326

Ditempatkan di Kapal Berbendera Korea, Pengadilan Mulai Gelar Sidang

Jakarta, BuruhOnline.com – Sidang perdana gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja, yang dilakukan oleh PT. Amas Samudera Jaya terhadap Nurul Mughni, mulai digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie itu, Mughni yang diwakili Nur Rohman selaku kuasa hukumnya, mengajukan tuntutan ganti rugi berupa upah sisa kontrak selama 4 (empat) bulan.

Alasannya, PT. Amas Samudera Jaya telah mengakhiri perjanjian kerja waktu tertentu secara sepihak sebelum jangka waktunya berakhir. Padahal, perjanjian kerja yang dibuat tanggal 28 Maret 2018 itu, berlaku selama 7 (tujuh) bulan. Akan tetapi baru tiga bulan bekerja, Mughni yang ditempatkan di Motor Tangker B-Sun berbendera Korea, sudah tidak dipekerjakan lagi sejak 28 Juni 2018. “Jadi dia itu kontrak, selama tujuh bulan,” tutur Rohman, Rabu (26/2/2020).

Diceritakan Rohman, awalnya Mughni mendapatkan informasi dari PT. Amas Samudera Jaya akan dimutasi ke Kapal MT B-Osean. Namun setelah Mughni dipulangkan ke Indonesia, Perusahaan tidak lagi mempekerjakan dirinya. “Setelah diklarifikasi ke Perusahaan, ternyata dia di-PHK, tidak diberangkatkan kembali,” ujarnya.

Sebelum pengajuan gugatan, Rohman mengaku telah berupaya untuk menyelesaikannya melalui pemerantaraan mediasi di Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara. Namun, menurut Rohman, Perusahaan baru bersedia memberikan ganti rugi upah sisa kontrak sebesar dua bulan upah. “Dan kami sudah melakukan upaya mediasi di Jakarta Utara, pihak Perusahaan sudah ada penawaran dua bulan sisa kontrak itu, ternyata pihak prinsipal dari Pekerja menolak,” tandas Rohman.

Sidang yang seharusnya beragendakan pembacaan surat gugatan tersebut, ditunda pekan depan oleh Majelis Hakim untuk memberikan kesempatan kepada PT. Amas Samudera Jaya dalam melengkapi identitasnya dalam mewakili Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of