Sabtu, 28 Maret 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
303

Dituduh Melakukan Pelanggaran Berat, Pekerja Tuntut Iuran Jaminan Sosial

Jakarta, BuruhOnline.com – Diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak oleh PT. Multi Artha Griya, Wawan Kurnia meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menghukum Perusahaan membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak sebagai kompensasi pemberhentian dirinya.

Tak hanya itu, Wawan juga mengajukan tuntutan penetapan besaran iuran jaminan sosial Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang tidak dibayarkan oleh Perusahaan sebesar 25 (dua puluh lima) bulan. Menurut Revangga William selaku kuasa hukum Wawan, usai menghadiri persidangan, Rabu (19/2/2020). Ia tak terima diberhentikan secara sepihak, karena dianggap telah melakukan kesalahan berat.

“Pelanggaran berat tapi putusan pidana tidak ada, terus pelanggaran berat yang seperti apa tidak ada. Terus tidak ada SP satu, SP dua, SP tiga. Jangankan pelanggaran berat, melakukan pelanggaran berturut-turut saja sudah pasti mendapatkan surat peringatan,” tutur Revangga. Pihaknya menyanggah tuduhan pelanggaran berat yang dijadikan sebagai alasan pemutusan hubungan kerja terhadap Wawan.

“Pihak Perusahaan lebih menyerang pada klien kami melakukan pelanggaran berat. Tapi sebenarnya tidak ada pelanggaran berat itu. Ataupun kalau ada tindak pidana maka harus ada putusan pidananya. Semuanya tidak ada,” ujar Revangga. Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie itu, Wawan telah mengajukan lima bukti surat, diantaranya surat pemberhentian, surat keterangan kerja, kemudian slip gaji, print out rekening bank dan anjuran dari Dinas Tenaga Kerja.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of