Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
828

Jatuh Pingsan di Ruangan HRD, Pekerja Digugat Mengundurkan Diri

Jakarta, BuruhOnline.com ­– Tri Iswahyudi yang belum pulih sepenuhnya, akhirnya menghadiri panggilan dari PT. Muroco pada 16 September 2019. Ia memaksakan diri, karena khawatir akan dianggap mengundurkan diri oleh Perusahaan. Namun setibanya di ruangan HRD, Tri malah jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Demikian dikatakan oleh kuasa hukum Tri, Rukun Santoso usai menghadiri gelaran sidang perselisihan pemutusan hubungan kerja di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). “Perusahaan menilai bahwa prinsipal atau Saudara Tri Iswahyudi itu mangkir selama lima hari. Yaitu masuk dikategorikan dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri,” ujar Santoso.

Meski Tri telah berupaya untuk hadir memenuhi panggilan bekerja dari Perusahaan, namun dirinya tetap dianggap telah tidak masuk bekerja sejak tanggal 9 September hingga 14 September 2019. Atas ketidakhadiran Tri selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut itu, PT. Muroco meminta PHI Jakarta Pusat untuk menyatakan hubungan kerja mereka berakhir sejak tanggal 16 September 2019, dengan kualifikasi mengundurkan diri.

“Pada kenyataannya ya satu, itu sakit., Kedua, proses pemanggilan dari pada Penggugat (Perusahaan) itu masih cacat proses. Panggilan itu-kan harusnya dua kali ya,” terang Santoso. Atas keinginan Perusahaan yang bermaksud memberhentikan Tri, hanya bersedia memberikan uang kompensasi kepada Tri yang telah bekerja selama 12 tahun itu, sebesar Rp8,9 juta. “Dari pihak Perusahaan, sebelumnya sudah membuka angka, tapi kami dari tim belum bersepakat untuk menerima angka itu,” tandas Santoso.

Ditambahkannya, gelaran sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan karena PT. Muroco yang bertindak selaku Penggugat, tidak hadir dalam persidangan yang beragendakan pemeriksaan identitas dari para pihak tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of