Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
627

Kurang Bayar Pesangon, Ahli Waris Pekerja Tuntut Kekurangannya di Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Dianggap keliru dalam membayarkan besaran uang pesangon dengan kualifikasi pemberhentian karena meninggal dunia, akhirnya PT. Nexcom Indonesia digugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sri Wahyuningsih selaku ahli waris alm. Khaerul Anwar menuntut Perusahaan membayar kekurangan uang pesangon, yang dianggap telah tidak mendasarkan perhitungannya pada besaran upah yang diterima secara keseluruhan saat almarhum masih bekerja.

Menurut kuasa hukum Sri, Horas Siringo Ringo menjelaskan, bahwa dasar pengali besaran perhitungan uang pesangon almarhum yang telah bekerja sejak tahun 2011 itu, ternyata terdiri dari upah lembur. Sehingga Perusahaan beralasan, bahwa gaji pokok almarhum yang meninggal dunia karena sakit pada Juli 2018 tersebut, hanya sebesar upah minimum yang berlaku.

“Sudah diberi uang kompensasi terhadap putusnya hubungan karena meninggal tapi tidak sesuai. Karena ternyata tidak dijelaskan, kenapa timbul nilai sekian rupiah. Nah itu wajib hukumnya untuk dijelaskan,” tutur Ringo, Senin (3/2/2020) usai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang PHI Jakarta Pusat. Dikatakannya, pembayaran upah selama almarhum masih bekerja, tidak diberikan tanda terima upah tetapi melalui transaksi perbankan.

“Ternyata dia bikin slip gaji yang dadakan,” tambah Ringo. Dalam surat gugatannya, Sri menggugat PT. Nexcom Indonesia untuk membayar sisa kekurangan uang pesangon yang didasarkan pada besaran upah almarhum yang seharusnya yakni sebesar Rp10,7 juta perbulan. Atas dasar perhitungan tersebut, maka Perusahaan dinilai masih memiliki kewajiban kepada ahli waris almarhum sebesar Rp199,2 juta.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara itu, akan dilanjutkan kembali pada pekan depan dengan agenda penyerahan bukti surat dari para pihak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of