Selasa, 2 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
518

Lantang Tolak Omnibus Law, Ban Dibakar Hingga Tuntutan Pembubaran KASBI

Jakarta, BuruhOnline.com – Penolakan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), terhadap rencana Pemerintah yang mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja ke Dewan Perwakilan Rakyat, telah mendorong belasan orang yang menyatakan keberpihakannya pada RUU tersebut, mendatangi kantor KASBI yang berada di Cipinang, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020).

Seperti dituturkan Ketua Umum KASBI Nining Elitos, sekitar Pukul 10.30 Wib, mereka mendatangi kantor KASBI dengan membawa ban bekas kendaraan roda empat, lalu dibakarnya tepat berada di depan gerbang. Sontak kejadian tersebut, mengagetkan staff kantor yang sedang berjaga. Nining menyebutnya sebagai teror terhadap upayanya yang sedang memperjuangkan hak dan kepentingan para buruh.

“Ya ini adalah bentuk teror. Bahwa kami sedang melakukan perjuangan menolak omnibus law RUU Cilaka,” ujar Nining. Ia menegaskan, Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak hanya akan berdampak kepada buruh, tetapi juga pelajar dan mahasiswa sebagai angkatan muda yang tidak akan lagi memiliki kepastian bekerja.

Meski hanya berjumlah belasan, salah seorang diantaranya berorasi menyebutkan bahwa mereka adalah kelompok masyarakat pendukung Omnibus Law. Sang orator-pun menuduh KASBI sebagai antek asing yang menolak kebijakan Pemerintah. Mereka juga menuntut Nining tidak menjadi provokator penolakan Omnibus Law.  Bahkan mereka juga meminta Pemerintah untuk membubarkan KASBI.

“Dengan cara kayak gini, tidak akan menyurutkan atau merubah sikap Konfederasi KASBI bersama gerakan rakyat menolak Omnibus Law RUU Cilaka,” tegas Nining. Menurutnya, peristiwa yang cukup singkat itu hanya berlangsung sepuluh menit dan kemudian membubarkan diri.

“Konfederasi KASBI, gerakan buruh bersama rakyat akan tetap melakukan konsolidasi, aksi-aksi penolakan Omnibus Law RUU Cilaka,” tandasnya. Atas kejadian tersebut, Nining meminta aparat keamanan mengusut tuntas aktor intelektual dibalik pembakaran ban dan permintaan pembubaran serikat pekerja yang ia pimpin itu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of