Sabtu, 4 April 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
262

ORKESTRA: Jaminan Kesehatan Masih Jadi Barang Mahal, Pemerintah Dinilai Abai

Ilustrasi. (foto: jurnalsocialsecurity.com)

Jakarta, BuruhOnline.com – Masih ditemukannya warga masyarakat yang belum mendapatkan jangkauan jaminan kesehatan di Tasikmalaya, Jawa Barat, setidaknya telah membuktikan bentuk pengabaian Pemerintah terhadap tanggungjawabnya, dalam melaksanakan hak kesehatan bagi seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) Ahmad Ismail, di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Ia mengatakan, Tasikmalaya masih tergolong relatif dekat dengan pusat pemerintahan di Jakarta dan juga Bandung, yang masih bisa dijangkau lewat transportasi darat hanya dalam kurun waktu kurang lebih lima jam. Namun masih terdapat kasus warga desa yang belum tersentuh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya kepesertaan berkategori Peserta Bantuan Iuran (PBI). Akibatnya, warga desa tersebut, tidak mendapatkan layanan pengobatan dan pemeliharaan kesehatannya dengan baik selama ini.

Salah satu contohnya, kasus Bapak Ace, warga salah satu dusun di Desa Cihaur, Kec Manonjaya, Kab Tasikmalaya. Warga desa ini, hanya dirawat di rumahnya saja, meski kondisinya sudah dua hari tidak sadarkan diri (koma). Warga desa ini dikabarkan mengidap penyakit gula dan kondisinya relatif menurun. Ketiadaan biaya dan tidak dimilikinya kepesertaan JKN, menyebabkan pihak keluarga, merawatnya di rumah meski kondisinya kritis kala itu.

“Akses rakyat ke fasilitas kesehatan harus terbuka bagi semua golongan”, terang pria yang akrab dipanggil Ais itu. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa hak rakyat atas fasilitas kesehatan itu dijamin oleh Pasal 28H ayat (1) UUD 1945. “Jika ditemukan sebuah kejadian seorang warga negara (terlantar) tidak mendapatkan layanan kesehatan, maka (itu) pelanggaran atas UUD”, tegas Ais.

Dilain sisi, sejalan dengan program jaminan sosial yang ada, hak rakyat untuk terdaftar dan mendapatkannya, juga wajib dipenuhi oleh negara. Ironinya, Pemda Tasikmalaya melalui program kesehatannya juga belum menjangkau Pak Ace, hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020) pagi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of